Skip to main content

Kapan Gigi Geraham Bungsu Perlu Dicabut?

img 
Seattle, Seringkali orang masih rancu mengenai perlunya pencabutan gigi geraham bungsu. Lalu kapan sebaiknya gigi geraham bungsu perlu dicabut?
Biasanya gigi yang dicabut adalah gigi yang sudah rusak, misalnya gigi sudah berlubang sangat luas atau tinggal akar. Sehingga pencabutan gigi didasarkan atas pertimbangan gigi tersebut sudah tidak dapat dipertahankan lagi.
Mungkin terdengar sangat aneh ketika dokter gigi menyarankan pencabutan gigi geraham bungsu, karena bagaimanapun juga gigi tersebut adalah gigi yang masih sehat. Lalu atas pertimbangan apa gigi geraham bungsu harus dicabut?
Setiap tahun di Amerika Serikat dilakukan jutaan prosedur pencabutan gigi geraham bungsu dari pasien muda, meskipun gigi tersebut tidak menimbulkan gejala yang mengganggu. Pertimbangan pencabutan gigi geraham bungsu yang tidak disertai gejala apapun tersebut, terkadang didasarkan atas pertimbangan pencegahan.
Gigi tersebut mungkin oleh dokter gigi sudah diprediksi akan menimbulkan gejala yang mengganggu di kemudian hari. Tetapi bukti ilmiah yang mendukung pencabutan gigi geraham bungsu atas pertimbangan pencegahan masih belum kuat dan di beberapa negara pertimbangan tersebut telah ditinggalkan.
"Seperti halnya jika semua orang mengalami usus buntu, apakah akan dilakukan prosedur operasi usus buntu pada semua orang tersebut?" Kata Dr Greg J. Huang, ketua ortodontik di University of Washington di Seattle, seperti dilansir dari The New York Times, Rabu (7/9/2011).
Dr Greg J. Huang mengatakan dia tidak menentang pencabutan gigi geraham bungsu, tetapi sebaiknya pencabutan gigi tersebut harus didasarkan atas penilaian klinis yang baik dan setepat mungkin.
"Sulit untuk mendapatkan persentase yang tepat, tetapi mungkin 75 sampai 80 persen orang tidak memenuhi kriteria untuk dapat berhasil mempertahankan gigi geraham bungsu mereka tanpa masalah," kata Dr Louis K. Rafetto dari Wilmington, Del, yang memimpin American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons.
Pakar lain, Dr Raymond P. Putih Jr, seorang profesor bedah di University of North Carolina Sekolah Kedokteran Gigi, mengatakan bahwa sekitar 60 sampai 70 persen pasien dengan gigi geraham bungsu akhirnya akan mengalami gangguan oleh karena gigi tersebut.
American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons mengatakan bahwa 80 persen orang dewasa
muda yang mempertahankan gigi geraham bungsunya yang semula sehat, akan menimbulkan masalah dalam tujuh tahun. Meskipun bukti secara kuat mengenai kesimpulan tersebut belum pasti.
Sekitar 25-70 persen gigi geraham bungsu tanpa gejala yang dipertahankan, akhirnya tetap harus dicabut dikemudian hari. Banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa, jika gigi geraham bungsu dicabut tidak akan menimbulkan masalah dan tidak menyebabkan penurunan fungsi pengunyahan.
Ahli bedah mulut memperingatkan bahwa bahkan ketika orang-orang muda tidak mengalami rasa sakit atau ketidaknyamanan oleh karena gigi geraham bungsu, namun mungkin memiliki infeksi atau peradangan. Banyak penelitian telah menemukan bahwa orang dewasa yang mempertahankan gigi geraham bungsu mereka cenderung memiliki lebih banyak masalah kesehatan mulut dari waktu ke waktu.
Para dokter gigi di Amerika memperingatkan bahwa kista dan tumor dapat tumbuh di sekitar gigi geraham bungsu. Namun penelitian pada lebih dari 6.000 pasien di Yunani menemukan bahwa hanya 2,7 persen dari gigi dapat memiliki kista atau tumor. Review komprehensif dari berbagai penelitian, yang telah dilakukan oleh badan independen, telah menyimpulkan bahwa tidak ada bukti untuk mendukung pencabutan rutin gigi geraham bungsu sehat yang diprediksi akan menimbulkan masalah dikemudian hari.
Inggris National Health Service menyimpulkan bahwa, tidak ada bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung pencabutan rutin gigi geraham bungsu sehat yang diprediksi akan menimbulkan masalah dikemudian hari.
Pada tahun 2005, tinjauan oleh Cochrane Collaboration mengatakan bahwa, jumlah ekstraksi dapat dikurangi sebesar 60 persen jika hanya dilakukan ketika pasien sudah mengalami gejala, seperti kesakitan atau infeksi. Cochrane Collaboration juga menunjukkan bahwa menghapus gigi bungsu tidak mencegah atau mengurangi gigi depan yang berjejal.
Sebuah studi sebelumnya menemukan bahwa, hanya 12 persen dari 1.756 orang usia pertengahan yang tidak mengalami dampak komplikasi setelah prosedur pencabutan gigi geraham bungsu. Komplikasi pasca prosedur pencabutan gigi geraham bungsu dapat meliputi, kerusakan saraf, komplikasi dari anestesi, dan hilangnya indera perasa. Infeksi gusi berulang (pericoronitis), abses, kista, tumor, kerusakan gigi dan tulang di dekatnya, atau kondisi patologis lainnya dapat membenarkan prosedur pencabutan gigi geraham bungsu.
Dengan mempertimbangkan keperluan pencabutan dan mengingat komplikasi yang mungkin dapat ditimbulkan oleh karena prosedur pencabutan gigi geraham bungsu, mungkin dokter gigi akan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat. Dengan menimbang keuntungan dan kerugian prosedur pencabutan gigi geraham bungsu secara teliti dan cermat, dokter gigi akan dapat memberikan solusi yang terbaik untuk pasiennya.

Sumber : http://www.detikhealth.com/read/2011/09/07/145719/1717495/763/kapan-gigi-geraham-bungsu-perlu-dicabut?ld991103763

Comments

Popular posts from this blog

Istilah Makanan, Minuman, dll dalam MOS / OSPEK

Bagi Adik-adik yang baru masuk ke sekolah atau universitas baru. Mungkin mendapatkan tugas yang sulit dari kakak pembina pada saat MOS / OSPEK.

Nah, sebagai permulaan, dijelasin dulu ya, apa itu MOS dan OSPEK. Baru nanti kita melanjutkan ke Istilah yang ditunggu.

Masa Orientasi Siswa atau disingkat MOS atau sering disebut juga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (disingkat MPLS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru.
Masa orientasi lazim kita jumpai hampir di tiap sekolah, mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Tak pandang itu sekolah negeri maupun swasta, semua menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada siswa barunya.
MOS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan. MOS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, kakak kelas, guru hingga karyawan lainn…

Pusar Udel Berair atau Sakit dan Berbau

Sudah lama nih saya mencari artikel tentang sakit pusar atau pusar berbau. Dulu saat awal pertama pusar sakit, rasanya tidak karuan, setelah periksa ke dokter katanya ada infeksi, akhirnya diberilah saya antibiotik, obat penghilang rasa sakit, dan satu obat alergi obat. Namun setelah rasa sakit itu hilang, sekarang kok masih tersisa bau yang dahsyat dari perut saya, kata istri saya seperti bau terasi. Baiklah, tanpa panjang lebar, silakan disimak artikel dari http://christinarwen.blogspot.com.  Pusar atau udel jarang sekali mendapat perhatian untuk dibersihkan, padahal menjaga kebersihan area pusar sama pentingnya dengan mencuci tangan atau kaki. Beberapa kondisi bahkan membuat pusar berbau busuk dan tidak sedap. Apa saja?
Pusar atau secara medis disebut umbilikus pada dasarnya merupakan bekas luka setelah kelahiran. Kebanyakan orang tidak menaruh perhatian khusus pada pusar. Tetapi ada keadaan tertentu yang mengharuskan Anda memperhatikan pusar secara penuh. Salah …

Pertanyaan Calon Mertua Sebelum Lamaran

Terima kasih kepada agan AaGuru yant telah membagi artikelnya di kaskus. Silakan disimak

Biasanya setelah anda sudah cukup lama berkenalan atau pacaran dengan doi anda, dan camer anda sudah merasa bahwa hubungan anda harus dipikirkan mau kemana nantinya, anda akan di interview sama camer anda pada suatu waktu untuk mengetahui seberapa serius anda dengan anaknya.

Sikap dan gerak tubuh yang diperlukan :

1. Sikap dan gerak tubuh anda sama halnya anda melamar kerjaan, jadi harus penuh keyakinan dan optimis
2. Saat pertama kali datang dan bertemu, sebaiknya anda memberikan salam dan cium tangan mereka, karena kita adalah orang timur yg senantiasa menjunjung budaya dan keramah tamahan serta menghormati karena kelak mereka akan menjadi orangtua kita juga
3. Posisi duduk harus tegak, ini menandakan agan penuh keyakinan
4. Jangan sering gerak2in anggota bdan, krn ini menandakan kalo agan gugup
5. Menjadilah pendengar yg baik, ketika camer berbicara tataplah dengan sebaik2nya
6. Jangan pernah …