Skip to main content

Aturan Jika Harus Bertengkar di Depan Anak

Terkadang ada momen di mana tak bisa terelakkan, anak harus menyaksikan atau mendengar orangtuanya bertengkar. Pertengkaran tersebut sebenarnya bisa saja tidak membuat anak Anda ketakutan. Pertengkaran yang disaksikan anak bahkan dapat menjadi bahan pelajaran untuknya mengenai perbedaan pendapat.

Bagaimana seharusnya ketika anak tak sengaja dan 'terpaksa' melihat orangtuanya bertengkar? Bagian pertama dari sembilan aturan yang dirangkum dari Woman’s day berikut akan menjelaskan topik apa yang boleh dan tidak boleh didengar oleh si kecil saat Anda berdua bertengkar:

1. Bertengkar secara adil
Ini artinya tidak saling mengejek, tidak berteriak, dan tidak mengancam. "Fokuslah hanya dengan apa yang diperdebatkan," terang Tina B. Tessina, PhD, Psikoterapis dan pengarang buku 'Money, Sex and Kids: Stop Fighting about the Three Things That Can Ruin Your Marriage'. "Berargumen tanpa kendali memberikan contoh buruk kepada anak mengenai pernikahan yang kemungkinan akan mempengaruhi kemampuan mereka untuk menjaga keawetan suatu hubungan.

Menurut Michael Osit, EdD, seorang psikolog klinis keluarga, akan sangat penting bagi anak Anda untuk tidak melihat kelakuan yang di luar batas. "Mereka harus mengerti kalau orangtua dapat saling bertengkar namun tetap saling mencintai," katanya.

2. Hindari topik dewasa
Beberapa topik tertentu tidak boleh dipertengkarkan di depan anak-anak. Dipaparkan Dr Tessina misalnya saja mengenai kehidupan seks Anda atau kebiasaan terlalu banyak minum alkohol. Sebaiknya masalah-masalah tersebut dibicarakan secara

"Anak-anak tidak mengerti bagaimana mengartikan masalah orang dewasa, jadi
jangan menunjukkan kepada mereka sesuatu yang mereka belum siap untuk mengerti," ujarnya.

Anda juga seharusnya tidak berbicara buruk tentang anggota keluarga lainnya di depan anak-anak. Membicarakan tentang orang tertentu, seperti ibu mertua, akan ditiru oleh anak Anda. Atau anak Anda malah akan mulai bersikap aneh kepada orang yang dibicarakan tersebut.

3. Jangan berdebat tentang anak
Anda dan pasangan mungkin pernah tidak sepaham soal bagaimana mendisiplinkan anak. Usahakan jangan pernah mendiskusikan soal ketidaksepahaman itu di depan anak. "Orangtua yang aturannya tidak memihak pada anak akan membuatnya dipandang sebagai orang jahat. Dan itu akan membuatnya menjadi orangtua yang kurang efektif karena otoritasnya telah diabaikan," jelas Dr. Osit.

Yang lebih bermasalah lagi adalah ketika anak-anak membeda-bedakan orangtua mereka. Anak akan mulai merasa mendapatkan posisi kuat. "Jika anak Anda bisa terus mendapatkan apa yang mereka inginkan sepanjang waktu, mereka tidak tahu posisi mereka sebagai seorang anak. Mereka akan berpikir bahwa mereka memiliki otoritas lain di keluarga," jelas Dr. Osit.

4. Selesaikan masalah sebelum berkembang
Perbedaan pendapat pasti tak terhindarkan, namun selalu ada cara untuk menghindari pertengkaran, menurut Robert Epstein, PhD, Psikolog penelitian, mantan editor di Pshychology Today dan pendiri MyParentingSkill.com. "Setiap konflik dapat diselesaikan secara damai dan konstruktif," katanya lagi. Contohnya, jika Anda dan pasangan bertengkar tentang siapa yang harus mencuci piring, sebaiknya bicarakan tentang pembagian tugas siapa yang harus mencuci piring dan siapa yang memasak. Jika belum berhasil, pakai teknik lempar koin. "Dengan begitu, anak Anda akan merasa senang bahwa Anda berdua dapat menyelesaikan masalah secara positif," jelasnya.

Baca Juga Aturan Jika Harus Bertengkar di Depan Anak (2)

Sumber : http://wolipop.detik.com/read/2012/04/16/191605/1893866/857/9-aturan-jika-harus-bertengkar-di-depan-anak--bag-1-

Comments

Popular posts from this blog

Istilah Makanan, Minuman, dll dalam MOS / OSPEK

Bagi Adik-adik yang baru masuk ke sekolah atau universitas baru. Mungkin mendapatkan tugas yang sulit dari kakak pembina pada saat MOS / OSPEK.

Nah, sebagai permulaan, dijelasin dulu ya, apa itu MOS dan OSPEK. Baru nanti kita melanjutkan ke Istilah yang ditunggu.

Masa Orientasi Siswa atau disingkat MOS atau sering disebut juga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (disingkat MPLS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru.
Masa orientasi lazim kita jumpai hampir di tiap sekolah, mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Tak pandang itu sekolah negeri maupun swasta, semua menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada siswa barunya.
MOS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan. MOS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, kakak kelas, guru hingga karyawan lainn…

Pusar Udel Berair atau Sakit dan Berbau

Sudah lama nih saya mencari artikel tentang sakit pusar atau pusar berbau. Dulu saat awal pertama pusar sakit, rasanya tidak karuan, setelah periksa ke dokter katanya ada infeksi, akhirnya diberilah saya antibiotik, obat penghilang rasa sakit, dan satu obat alergi obat. Namun setelah rasa sakit itu hilang, sekarang kok masih tersisa bau yang dahsyat dari perut saya, kata istri saya seperti bau terasi. Baiklah, tanpa panjang lebar, silakan disimak artikel dari http://christinarwen.blogspot.com.  Pusar atau udel jarang sekali mendapat perhatian untuk dibersihkan, padahal menjaga kebersihan area pusar sama pentingnya dengan mencuci tangan atau kaki. Beberapa kondisi bahkan membuat pusar berbau busuk dan tidak sedap. Apa saja?
Pusar atau secara medis disebut umbilikus pada dasarnya merupakan bekas luka setelah kelahiran. Kebanyakan orang tidak menaruh perhatian khusus pada pusar. Tetapi ada keadaan tertentu yang mengharuskan Anda memperhatikan pusar secara penuh. Salah …

Pertanyaan Calon Mertua Sebelum Lamaran

Terima kasih kepada agan AaGuru yant telah membagi artikelnya di kaskus. Silakan disimak

Biasanya setelah anda sudah cukup lama berkenalan atau pacaran dengan doi anda, dan camer anda sudah merasa bahwa hubungan anda harus dipikirkan mau kemana nantinya, anda akan di interview sama camer anda pada suatu waktu untuk mengetahui seberapa serius anda dengan anaknya.

Sikap dan gerak tubuh yang diperlukan :

1. Sikap dan gerak tubuh anda sama halnya anda melamar kerjaan, jadi harus penuh keyakinan dan optimis
2. Saat pertama kali datang dan bertemu, sebaiknya anda memberikan salam dan cium tangan mereka, karena kita adalah orang timur yg senantiasa menjunjung budaya dan keramah tamahan serta menghormati karena kelak mereka akan menjadi orangtua kita juga
3. Posisi duduk harus tegak, ini menandakan agan penuh keyakinan
4. Jangan sering gerak2in anggota bdan, krn ini menandakan kalo agan gugup
5. Menjadilah pendengar yg baik, ketika camer berbicara tataplah dengan sebaik2nya
6. Jangan pernah …