Showing posts with label Pelajaran Hati. Show all posts
Showing posts with label Pelajaran Hati. Show all posts

Inilah kebiasaan buruk saya :(, sedih sekali rasanya curhat di blog sendiri tentang masalah ini. Apa sih kebiasaan buruk itu?

Ya, Bangun siang. Kelihatannya hanya orang bodoh saja, yang bangun siang. Hewan-hewan saja bangun lebih awal untuk mencari rezeki. Kenapa saya tidak? mungkin karena efek sudah memiliki pekerjaan yang boleh dikatakan mapan mungkin ya?

Ini ada sedikit tambahan dari blog tetangga, yaitu : http://terselubungsekali.blogspot.com/2011/02/kebiasaan-tidur-pagi-ternyata-bahaya.html saya quote saja ya, biar enak di baca. Mohon maaf yang bukan seagama, semoga tidak menimbulkan perbedaan dalam menyikapi tidur siang. Berikut kurang lebihnya:

Menurut para salaf, tidur yang terlarang adalah tidur ketika selesai shalat shubuh hingga matahari terbit. Karena pada waktu tersebut adalah waktu untuk menuai ghonimah (pahala yang berlimpah). Mengisi waktu tersebut adalah keutamaan yang sangat besar, menurut orang-orang sholih. Sehingga apabila mereka melakukan perjalanan semalam suntuk, mereka tidak mau tidur di waktu tersebut hingga terbit matahari. Mereka melakukan demikian karena waktu pagi adalah waktu terbukanya pintu rizki dan datangnya barokah (banyak kebaikan).” (Madarijus Salikin, 1/459, Maktabah Syamilah)
Bahaya Tidur Pagi:
  1. Tidak sesuai dengan petunjuk Al Qur'an dan As Sunnah.
  2. Bukan termasuk akhlak dan kebiasaan para salafush sholih (generasi terbaik umat ini), bahkan merupakan perbuatan yang dibenci.
  3. Tidak mendapatkan barokah di dalam waktu dan amalannya.
  4. Menyebabkan malas dan tidak bersemangat di sisa harinya. Maksud dari hal ini dapat dilihat dari perkataan Ibnul Qayyim. Beliau rahimahullah berkata, "Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya." (Miftah Daris Sa'adah, 2/216). Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua. Jadi jika seseorang di awal pagi sudah malas-malasan dengan sering tidur, maka di sore harinya dia juga akan malas-malasan pula.
  5. Menghambat datangnya rizki. Ibnul Qayyim berkata, "Empat hal yang menghambat datangnya rizki adalah tidur di waktu pagi, sedikit sholat, malas-malasan dan berkhianat." (Zaadul Ma’ad, 4/378)
  6. Menyebabkan berbagai penyakit badan, di antaranya adalah melemahkan syahwat. (Zaadul Ma’ad, 4/222)

Berdasarkan pengalaman pribadi, dan dikuatkan dengan artikel di atas. Doakan, semoga saya bisa bangun pagi (tapi males sekali ya), serta menjadikannya kebiasaan saya untuk bangun pagi. (masa kalah sama ayam?)

Nah, menemukan tips dari kaskus nih, terima kasih kepada agan nangbejay yang telah membagi tips-nya ini, silakan disimak, bagi Anda yang juga mengalami hal serupa seperti saya, yaitu suka bangun siang.

Berikut beberapa cara yang mungkin bisa membantu.

1. Tidur efektif
Semua juga tahu kalau ingin bangun lebih pagi kita sebaiknya
Read More
penjual tempe
Saya hanya ingin membagi suatu kisah yang sangat inspiratif, dan semoga dapat membantu Anda untuk selalu mensyukuri nikmat, serta tidak su'udzon kepada Sang Maha Kuasa. Terima kasih kepada Pak Aan Sopyan dari rumahzakat.org yang telah mengizinkan saya untuk menampilkan kisah ini di blog saya ini, silakan disimak sebagai perenungan

DI KARANGAYU, SEBUAH DESA DI KENDAL, JAWA TENGAH, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.”Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya…” demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.

Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti tidak akan mendapatkan uang untuk makan dan modal membeli kedelai yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”

Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe.

Dan…
Read More
Pada dua minggu yang lalu, saat akan menjalankan ibadah, saya melihat ada koran bekas di atas meja, salah satu beritanya adalah arab saudi adalah salah satu negara penghasil minyak. Nah!, yang menjadi masalah adalah ketika pikiran saya mencari-cari dan menghubungkannya dengan ibadah haji.

Ya, mekah adalah dimana letak ka'bah berada. Tapi apakah mekah juga ibukota arab saudi? itu yang berada dalam pikiran saya saat itu, langsung terceplos lah pertanyaan saya ke teman saya?

"Ibukotane arab saudi opo hayo? (ibu kotanya arab saudi  apa ayo?) ", tanya saya dalam logat jawa

"Ya, arab saudi ibukotane arab saudilah!", jawab teman saya dalam logat yang sama

Daripada berpanjanglebar mengenai pertanyaan itu, kami pun akhirnya melakukan ritual ibadah kami. Namun pertanyaan tersebut masih terngiang di kepala (jadi tidak khusyuk nih). Setelah selesai ibadah, dan kembali ke ruangan, saya pun menanyakan hal yang sama kepada teman yang lain (kurang kerjaan banget sih ya?)

Tidak ada yang bisa menjawab, dan akhirnya sayapun menengok ke wikipedia dengan mengetikkan "ibukota arab saudi" pada kolom search yang berada di kanan atas website tersebut.
Dan akhirnya ketemu juga kata "Riyadh" sebagai ibu kota Arab Saudi.

Sehingga kesimpulan dari cerita tersebut, saya tidak mampu mengingat pelajaran geografi yang guru ajarkan dahulu sewaktu di Sekolah Dasar. Betapa terbatasnya ingatan kita, tetapi kita memiliki logika untuk mencari jalan keluar dalam memecahkan masalah yang kita hadapi, manusia akan senantiasa dapat bertahan hidup jika mau bertindak. Kita dibekali akal yang dapat melogika segala permasalahan dan mencari jawaban permasalahan tersebut.

Dan Oke deh, bagi adik-adik atau teman-teman yang kesulitan untuk mencari nama ibu kota seperti saya, ini saya kasih daftarnya. Semoga bermanfaat (sumbernya : http://organisasi.org/daftar_ibu_kota_negara_dunia_diurutkan_berdasarkan_abjad_nama_ibukota)
kalau ada yang salah, mohon dikomentari ya!.

NEGARA IBUKOTA WILAYAH
 Pantai Gading  Abijan  Afrika
 Uni Emirat Arab  Abu Dhabi  Asia Barat
 Ethiopia  Addis Ababa  Afrika
 Yaman Selatan  Aden  Asia Barat
 Kuwait  AI Kuwait  Asia Barat
 Bahrain  AI Manama  Asia Barat
 Ghana  Akra  Afrika
Read More
Bismillah

wahai ALLAH, semoga yang kutuliskan di sini akan memberikan manfaat bagi orang lain, dan mengubah setiap keburukan menjadi kebaikan, dengan Kasih sayang dan kehendakMU.
Dan ketika engkau tidak lagi merasakan apa itu arti dari sebuah kata nikmat, dekati dirimu, pandang dirimu, raba dirimu, dengarkan dirimu, cium dirimu, kemudian langkahkan kakimu, inilah nikmat!!!.
Itu adalah setetes arti kata sebuat nikmat di luasnya samudera pemaknaan arti kata nikmat. Orang yang lapar akan makananlah yang akan merasakan kenikmatan saat kerongkongan dan perutnya terisi oleh makanan. Dan orang yang senantiasa bersyukurlah akan selalu dapat menikmati setiap nikmat yang ada pada dirinya.

Namun syukur tak akan semudah seperti mulut meludah, kaki melangkah, dan tangan menengadah. Butuh proses yang panjang bagi orang untuk menghendaki artinya, kecuali bila ALLAH telah berkehendak. Tidak ada yang salah dengan orang yang belum diizinkan ALLAH mengetahuinya, tidak pula ada kebaikan bahkan condong kepada kemudharatan bagi orang yang telah mengetahuinya apabila menjadikan riya', takabur dan sombong.

hingga kini, akupun belum mengetahui apa itu nikmat, yang bisa kulakukan hanyalah berdoa
"ya ALLAH, berikan aku ilmu, ajari aku bagaimana dan apa itu nikmat".

Dan ketika tersadar pada suatu waktu dan hanya setetes dari nikmat yang ALLAH berikan, ALLAH membuktikannya dengan berbicara (hiperbola) kepada akal. Akal tersadar secara tidak sengaja "Ya, inilah salah satu nikmat yang diberikan oleh ALLAH, nikmat penciptaan akal, hati, budi, nafsu, dan inilah diriku, ALHAMDULILLAH, segala puji bagi ALLAH", lalu akalpun terpikir sejenak mengeja kata dari pengalaman silam yang pernah ada dalam pikiran, mengapa ALLAH menciptakan diriku, bagaimana jika ALLAH menghukumku di neraka, apakah aku akan lebih meminta untuk tidak diciptakan???.

Tersadar kembali, bagaimana ALLAH begitu cinta kepada makhluk-NYA. ALLAH memulai mencintai dari awal permulaan penciptaan seluruh asa jagad raya hingga elegi di dalamnya, tidak ada yang terlepas dari yang dinamakan kasih sayang ALLAH.

merasa kecil, ya, merasa kecil di bawah selimut tata surya bimasakti dengan bintang-gemintangnya yang seolah selalu tersenyum saat pikiran dan nafsu kian cemberut.

ya, ALLAH memberikan nikmat itu, karena ALLAH ingin memberikannya pada makhluknya, kemudian rasa takut pada api neraka terelakkan oleh dingin es dari nikmat ALLAH, kalaupun ALLAH ingin membakar diriku, Dia sayang padaku. Kemudian kokohlah kaki melangkah beribu tapak lagi. Dengan pikiran seperti anak kecil yang polos, hanya meminta dengan sedikit rengekan, Ya ALLAH, semoga ENGKAU ridla.

"TUHANku, karunailah aku, agar aku lebih pandai mensyukuri nikmat yang telah ENGKAU anugerahkan kepadaku, dan kepada orang tuaku, dan agar aku tetap berbuat kebaikan yang ENGKAU ridlai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-MU, di kalangan hamba-hambamu yang saleh"

"Ya ayyatuhannafsul muthmainnah, irji'i ila robbiki rodziyatammardziyyatan fadkhuli fi'ibadi wadkhuli jannati "(Wahai jiwa yang tenang, masuklah dengan ridlo lagi diridloi, masuklah sebagai hambaKU, dan masuklah ke dalam surgaKU)
Read More

Entah apakah cerita ini benar adanya, namun yang saya tahu adalah, cerita ini baik bagi kita semua. Apabila ada kekurangan atau kelebihan dalam cerita ini, mohon tidak ada yang merasa terganggu, namun intinya kurang lebih sama dengan cerita yang ada.Kisah salah satu nabi, yaitu nabi Ibrahim A.S., Karena ketaqwaan dan keimanannya, beliau oleh ALLAH dianugrahi dengan karomah (suatu kelebihan yang tidak diberikan kepada makhluk lain), setiap malam, ruh beliau naik ke langit untuk menemui ALLAH, dan diberi kelebihan untuk mengetahui perbuatan dan kelakuan masyarakat di suatu daerah yang beliau lihat.

Dengan karomah / mukjizat tersebut, nabi Ibrahim memiliki keinginan agar ALLAH melaknat orang di suatu daerah yang memiliki kelakuan tidak baik, kurang bermoral, jahiliyyah, dan yang berhubungan dengan kejahatan lainnya. Dan memberikan hidayah dan kemakmuran bagi masyarakat yang berkelakuan baik, dan selalu beribadah kepada ALLAH.

Lalu adakah yang salah dengan keinginan nabi Ibrahim tersebut???

Dan sesungguhnya ALLAH lah yang Maha Berkehendak, Maha Pengasih dan Penyayang terhadap seluruh makhluk-NYA. ALLAH berkata kepada nabi Ibrahim, kurang lebih sebagai berikut "Sesungguhnya AKU lebih mencintai makhlukku itu (masyarakat yang berkelakuan kurang baik) dari pada engkau". Dengan hati yang penuh dengan rasa sedih dan remuk redam seakan terbakar dari api neraka sekalipun, nabi Ibrahim mulai menyadari akan kesalahannya.

Memang ALLAH lah Yang Maha Berkehendak untuk menghukum atau memberi hidayah kepada hamba-NYA. Siapa yang menyadari bahwa kelak keturunan masyarakat yang berkelakuan kurang baik tersebut akan menjadi khalifah yang paling baik di muka bumi dan beribadah kepada ALLAH melebihi kaum yang lain.

Walaupun kita sebagai manusia yang sering beribadah sekalipun, tidak ada jaminan kita lebih baik dari mereka yang tidak beribadah sama sekali, namun perbuatan baik mereka lebih ikhlas daripada kita. Kita sebagai makhluk tidak selayaknya menghukum dan mencerca orang yang kurang baik, kita sebagai khalifah hanya bisa beramal ma'ruf nahi mungkar. Dan tidak selayaknya kita meminta ALLAH untuk menghukum hamba / makhluk lain yang kita tidak senang, dendam padanya. ALLAH lah yang berkuasa atas makhluknya.

Ada beberapa hadits yang meriwayatkan, karena peristiwa itulah nabi Ibrahim diperintah oleh ALLAH untuk menyembelih Ismail putranya, untuk mengganti kesalahannya, namun karena ALLAH Yang Maha Pengasih dan Penyayang serta Pengampun, mengganti Ismail dengan seekor domba.
Cerita di atas sudah ditambahi atau terkurangi secara tidak sengaja, namun tidak terlepas dari inti cerita yang sebenarnya. Mohon maaf jika ada salah kalimat atau cerita, diharapkan koreksinya.
Read More

Aku mendapat cerita ini dari orang PLN yang kukenal, namanya Mas Nur Kholis. Langsung saja ke ceritanya, ada seorang ulama bernama Adam bin Idris dan 3 orang pemuda dari desa lain. Pada saat itu Adam bin Idris berada di tempat peristirahatan (kuburan) orang yang telah jenat (meninggal). Lalu datang 3 orang pemuda, dia bertanya kepada Adam bin Idris.

Pemuda "Mohon maaf Pak!!, di sini desa / kampung yang terdekat di mana ya Pak?".
Adam bin Idris "Lha di sini, (sambil menunjuk ke kuburan)".

ketiga Pemuda dengan geramnya memukul Adam bin idris hingga babak belur. Kemudian lewat seorang penduduk di sekitar sana, dan menghentikan 3 pemuda tersebut, dan berkata
Penduduk "Apakah kalian tidak tahu, kalau beliau itu adalah Adam bin Idris, ulama terkenal?".
3 pemuda sambil ternganga, seakan tidak percaya, bahwa yang telah mereka pukuli adalah Adam bin Idris.

Dengan wajah penuh ketakutan karena jika Adam bin Idris meminta sesuatu yang buruk terhadap mereka kepada ALLAH, merekapun meminta maaf kepada Adam bin Idris.
Namun dengan senyum penuh sayangnya Adam bin Idris kepada ke 3 pemuda tersebut, beliaupun malahan mendoakan ke 3 orang pemuda tersebut "ya ALLAH, masukkanlah mereka ke dalam surgamu".

Dengan penuh rasa takjub, tidak percaya, dan senang yang bercampur aduk kepada Adam bin Idris, mereka kemudian berterima kasih kepada Adam bin Idris. Masih dengan perasaan penasaran, mereka bertanya kepada Adam bin Idris

3 Pemuda "Wahai ulama, mengapa engkau mendoakan kami, padahal kami sudah memukul engkau hingga babak belur?".

Adam bin Idris "Aku berterima kasih kepada kalian, karena itu aku berdo'a kepada ALLAH agar kalian dimasukkan ke dalam surga".

3 Pemuda "Lho, kami sudah memukuli engkau wahai ulama, mengapa engkau malah berterima kasih kepada kami?".

Adam bin Idris "Kalian telah menguji kesabaran hatiku dengan memukuliku, jika aku membalas, maka hilanglah semua dariku".

Mereka masih dengan keheranan terhadap Adam bin Idris bertanya lagi
3 Pemuda "Mengapa saat kami bertanya dimana desa terdekat, malah engkau menunjukkan kuburan ini? yang membuat kami menjadi geram".

Adam bin Idris "Apakah engkau tidak pernah tahu, memang inilah kampung/desa terdekat untuk kita, kita akan segara di sini".

Dari kisah tersebut, kita dapat mengambil contoh, betapa kita harus dapat menjaga kesabaran. Karena ada dua tanda seorang manusia itu beriman, yaitu bersabar dan bersyukur, keduanya tidak dapat terpisahkan, pada saat seorang bersabar menanti rezeki ALLAH, merekapun juga bersyukur karena dihindarkan dari bahaya yang lain dan sebagainya.

Tapi mengapa saya memberikan judul kain keset, adalah di bagian ini. Apakah benar akan masuk surga secara sekonyong-konyong orang yang didoakan oleh orang yang dekat dengan ALLAH untuk masuk surga. Perumpamaan ini diibaratkan sebagai kain keset.

Kain keset walaupun berjasa telah membersihkan kaki orang, dia hanyalah sang keset yang tidak dapat dimasukkan ke dalam lemari, dan doa tersebut sebagai alat pencuci, kain keset yang telah dicuci sebersih apapun, tidak akan pernah dia dimasukkan ke dalam lemari.

Akan tetapi jika kain keset tersebut dapat mengubah dirinya menjadi baju, maka tidak mungkin dia akan berada di luar lemari.

Seperti manusia, apabila dia tidak mengubah dirinya sendiri agar dapat menjadi baju, atau menjadi lebih baik, maka dia tak elaknya seperti kain keset yang walaupun dibersihkan / didoakan oleh seorang ulama sekalipun, dia tidak akan pernah masuk ke lemari / surga.

Mohon maaf, bagi Anda yang masih awam, jangan terlalu memikirkan blog ini dengan terlalu sungguh-sungguh, jika tidak sesuai dengan hati Anda. Terima kasih, dan ditunggu selalu komentarnya

(kisah tersebut telah berbeda dari cerita awalnya, namun dengan inti yang sama, mohon maaf jika ada kesalahan dalam bercerita)
Read More
ilustrasi, bukan gambar aslinya
Hari ini aku mulai dengan sebuah upacara seperti biasa, iya, hari ini tanggal 17, yang notabene untuk setiap perusahaan yang masih milik negara harus ada upacara bendera. Hari ini aku berangkat lebih pagi, karena upacara akan dimulai jam 6:45, dan semakin mundur karena persiapannya hingga sampai jam 7 lebih mungkin.

Siap gerak, kali ini dan seperti upacara-upacara sebelumnya pemimpin upacara adalah Bapak Satpam, yang sampai saat ini saya belum tahu namanya, hanya 2 orang satpam yang baru kukenal hingga saat ini, Pak Heri dan Mas Arif. Pembina upacara, juga seperti upacara bulan kemarin, manager baru kami, namanya Pak Isdenta Sinurat. Aku berdiri, berbaris di depan, bersama teman perempuanku, Farah namanya. Yah, itulah kalau masih OJT, serasa kita diperlakukan sebagai anak kecil yang bisanya hanya menangis dan harus mengalah dengan orang yang lebih tua. Namun semua itu gak jadi masalah jika kita tidak menambah panjang masalah seperti itu, kita hidup di lingkungan sosial dan pada umumnya ada pasang surut pergaulannya. (Ah, lutcu banget, memikirkan masalah dunia yang kadang tiada habis perkara satu akan muncul perkara yang lain).

Upacara dimulai, sesi-sesi upacara berjalan seakan terasa melambat, seperti siput yang merayap, berjalan (apalah namanya) ke ujung pohon. Dengan perasaan dan tubuh yang tegang, walaupun tidak ada keringat yang mengalir dari dahi, kepala ataupun pelipis, karena hari ini udara sejuk, tidak terlalu panas dan tidak mendung, kalau orang percuacaan bilang, suasana di sini berawan.

Cuit, cuit, cuit, cuit, suara burung pipit yang seakan mengejek, "hai manusia, apa yang kaulakukan?, kenapa tidak sepertiku yang bebas terbang ke sana kemari, walaupun terkadang aku tidak tahu kemana terbangku tuju, tapi aku dijamin rezeki oleh Sang Maha Kuasa. Aku hanya perlu mengepakkan sayapku, dan pergi entah kemana, lalu ada sebuah biji tergeletak di atas bumi, dan aku tidak pernah tahu, kenapa bisa seajaib itu, aku hanya percaya bahwa Tuhanku yang memberikan itu semua. Namun aku adalah makhluk yang diciptakan Tuhanku dan Tuhanmu yang senantiasa bersyukur, aku bersujud, aku berdzikir, akan tetapi engkau tidak akan pernah mendengarnya. Karena di hatimu masih banyak sesuatu hal yang aku tidak diberitahu oleh Tuhanku mengenai hal itu. Kau adalah penjaga bumi, bahkan tidak ada makhluk lain yang mau diberi tugas oleh Tuhanku, karena tugas itu memang sangat sulit, gunungpun akan hancur karena tugas itu. Baiklah, aku pergi dulu!!".
Perasaan tegang yang tadi ada, hilang entah kemana, pengakalan serius memperhatikan pembina upacara hilang begitu saja dari pikiran. Pikiran menjelajah kesana kemari, kadang kembali ke upacara, kadang menghilang lagi entah kemana.

Yang terasa hanya perasaan terkekang, jika memikirkan tentang peraturan pekerjaan di perusahaan. Namun adakalanya kita harus menikmatinya, di sisi lain kita juga terkekang peraturan Tuhan. "Peraturan Tuhan, apalagi ini? Dalam hidup, apapun yang kita lakukan selalu dan tidak akan pernah terlepas dari pandanganNya, apa yang kita lakukan dalam hidup ini, bahkan yang lebih hebatnya lagi Tuhan tahu apa yang ada dalam hati kita. tidak ada perumpamaan yang dapat dijadikan padanan dalam hal ini olehku."

Kemudian kugerak-gerakkan jari-jari kakiku, kalau boleh dibilang telapak kakiku ikut kugerakkan. Lalu kulihat bunga di taman, ya, kami upacara menghadap ke taman yang di tengahnya ada bendera merah putih, lambang negara yang notabene merah melambangkan berani dan putih melambangkan suci, entah mungkin itu karangan orang dahulu atau pahlawan yang menyobek bendera belanda yang dulunya ada tiga warna dan tersobek oleh pejuang dan tinggal dua warna, mungkin karena itu juga para pahlawan menghormati pejuang bendera tersebut dengan membuat karangan warna dari masing-masing bendera, entah apa maksud orang-orang terdahulu.

Kembali ke bunga tadi, entah apa namanya bunga itu, warnanya merah, dan memiliki daun kecil, namun banyak, yang kalau dipetik dan dihirup tangkainya akan terasa manis, mungkin itu madu dari sang bunga, mungkin itu perumpamaanku bagi wanita sholehah, indah di luar dan manis di dalam, ah, kenapa melantur ke masalah ini, oh, indahnya alam ini, namun teringat kata-kata yang ada di buku bacaan tadi malam, janganlah engkau suka padaku, karena aku hanyalah fitnah, kata dunia fana ini.
Kemudian kuliah disekitar rerumputan di taman, di sebelah rerumputan itu ada tanaman kecil-kecil, memiliki banyak daun, namun hanya memiliki bunga berwarna kuning, di sana kulihat serangga mungil, diam memegangi erat si daun tanaman tersebut, seakan kokoh semangatnya untuk tak mau terlepas dari sang daun walaupun terkena angin yang bertiup lumayan kencang, sambil menggerak-gerakkan antenanya, seakan mengajakku untuk semangat dan kokoh dalam menjalani hidup. Jangan lepaskan janji yang telah engkau perbuat begitu saja, bagaikan kuatnya cengkraman serangga tadi terhadap daun, walaupun badai halangan dan rintangan besar, jangan, jangan, dan jangan lepaskan, kokohkan hatimu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik esok.

Tanpa terasa, petugas upacara membaca do'a, yang artinya upacara akan segera berakhir, terima kasih Tuhan semesta alam. Oh iya, juga terima kasih sekali lagi kepada teman perempuanku, yang hari ini tidak seliwengan (sempoyongan) akibat tidak kuat berdiri, katanya dia darah rendah, dua upacara yang lalu, dia meninggalkan upacara karena tidak kuat dan duduk di belakang. Untuk teman perempuanku, jangan patah semangat, dan jaga apa yang telah engkau janjikan kepada semua orang.

Sudah aku mau kerja dulu.
Read More
Rasakanlah, apakah hidup Anda terasa hambar menjalani kebiasaan yang membosankan dan gila, gila, gila, dan bertambah gila?. Apakah kita hidup hanya untuk menjalani rutinitas kematian, seperti yang terjadi pada kakek buyut kita, dan begitu pula yang akan terjadi dengan anak cucu kita. Apa kita hidup dari bayi->dewasa->kerja->menikah->memiliki anak->mati, lalu anak kitapun sama bayi->dewasa->kerja->menikah->memiliki anak->mati. Renungkanlah sejenak, sejenak, sejenak saja, jangan dilawan perasaan itu.............

Lalu, apakah hakekat manusia ada? apakah menjalani itu semua? jika iya, sungguh Anda termasuk orang yang merugi, bodoh, dan gila (maaf dan maaf). Saya akan menceritakan sesuatu kejadian antara dua orang, yang keduanya saya kenal baru 4 minggu kemarin. Cerita ini saya dengar dari orang lain yang juga kenal kedua orang tersebut. Sebut saja orang pertama dengan nama "Pram", dan orang kedua dengan "Pak De is".

Pak Pram bertanya kepada Pak De is, "Sing asli hakekat urip/iman iku opo de (sebetulnya hakekat kita hidup/iman itu apa)?".

Pak De is hanya bilang, "njupukko gelas, isinano banyu meh kebak, awasano ojo nganti utah (ambillah gelas, isi dengan air agak penuh, lihatlah, jangan sampai tumpah)". Pak De is yang kemudian mengambil sepeda miliknya (karena beliau hanya memiliki/hartanya hanya sepeda itu), memboncengkan Pak Pram di belakangnya, sambil tetap memegang gelas berisi air tersebut. Pak Pram dan Pak De is bersepeda berputar-putar ntah ke mana.

Setelah sampai kembali ke rumah Pak Pram. Pak De is bertanya pada Pak Pram, "Pram, piye, gelasmu utah rak (Pram, bagaimana, gelasnya tumpah tidak)?".
Pak Pram "Orak utah, (tidak tumpah)!!".
Pak De is "Kowe reti rak, mau dewe muter-muter lewat ndi wae (kamu tadi tau tidak, kita tadi bersepeda lewat mana saja)?"
Pak Pram "Orak, (tidak)!!".
Pak De is "Kowe reti rak, mau ning pinggir dalan ono opo wae (kamu tau tidak, tadi di pinggir jalan ada apa saja)?"
Pak Pram "Orak, (tidak)!!".
Pak De is "Nah, hakekat urip ki yo koyok ngono iku (nah, hakekat hidup/iman itu seperti itu)"
Pak Pram (Penasaran)
Pak De is "kita hidup di dunia itu hanya menjaga gelas itu, agar tidak tumpah, yang artinya kita harus selalu menjaga iman kita, agar tidak tumpah, atau hilang sama sekali, mau kita lewat jalan hidup apa saja, bekerja apa saja, kita tetap fokus untuk menjaga hati agar iman tidak tumpah".
Read More
Bismillahirrohmanirrohim.

Pelajaran pertama,
Allah telah menjamin Hidup mati, jodoh dan rezeki.

Pelajaran kedua,
Rasulullah bersabda "Carilah ilmu dari mulai dalam gendongan sampai liang lahat".

Dapat kita ambil kesimpulan bahwa carilah ilmu, jangan mencari rezeki!!!, setiap kita mungkin merasa bahwa kita masih bodoh dan tidak ingin belajar untuk menghadapi hal yang baru. Ada apa dengan manusia, padahal dahulu pada saat kita masih bayi, kita sangat ingin mengetahui hal yang baru!!!. Apa mungkin kita sudah lelah, ahhh itu hal yang bodoh (ingat "sesungguhnya seorang muslim tidak pernah istirahat hingga ia berada di surga"). Mungkin yang menjadi penyebab akan ketidak inginan kita untuk belajar adalah :

Pertama , kita mungkin sudah terkena campuran bahan kimia (terkontaminasi red.) yang disebut oleh pergaulan (salah satu dari obat hati adalah "berkumpullah dengan orang saleh"). Kita tidak pernah menyadari apakah yang dapat seorang teman lakukan pada kita, pada saat kita bergaul, kita menemukan banyak sekali hal yang baru, baik itu hal yang baik atau buruk sekalipun, kita tidak pernah mengetahui karena kita kala itu masih sangat muda (ingin mengetahui hal yang baru), didiklah anak Anda untuk menjadi orang yang baik (jangan mendidik anak Anda menjadi pembohong, karena akan membuat dosa-dosa yang baru) dan jangan bergaul dengan orang yang tidak baik (jika masih belum bisa, berikan nasehat yang membangun, tidak selalu menyalahkan si anak).

Kedua, mungkin pendidikan yang selama ini diterapkan di sekolah terlalu formal. Padahal otak kita (pada saat muda) belum dapat menerima hal itu, bahkan mungkin hingga sekarang. Kebanyakan dari kita lebih dapat belajar tanpa ada yang mengajar (pengajar sesungguhnya), kita sering belajar secara otodidak (saat kita berlatih berbicara, dan berjalan) mungkin kita hanya dibantu sedikit oleh orang tua kita, namun kitalah yang berusaha dengan gigih. Untuk sekarang, belajarlah lebih banyak dan imbangilah dengan bermain, agar otak tidak cepat lelah.
Read More
Previous PostOlder Posts Home