Showing posts with label millist. Show all posts
Showing posts with label millist. Show all posts
penjual tempe
Saya hanya ingin membagi suatu kisah yang sangat inspiratif, dan semoga dapat membantu Anda untuk selalu mensyukuri nikmat, serta tidak su'udzon kepada Sang Maha Kuasa. Terima kasih kepada Pak Aan Sopyan dari rumahzakat.org yang telah mengizinkan saya untuk menampilkan kisah ini di blog saya ini, silakan disimak sebagai perenungan

DI KARANGAYU, SEBUAH DESA DI KENDAL, JAWA TENGAH, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang.”Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya…” demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat subuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atas meja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh. Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian.

Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti tidak akan mendapatkan uang untuk makan dan modal membeli kedelai yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…”

Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya. Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe.

Dan…
Read More

Assalamu'alaikum wr wb,

Saat ini saya lihat beberapa website memelintir berita seolah2 MUI memfatwakan Halal Ucapan Selamat Natal seperti di satu website pesantren Islam di:
http://www.alkhoirot.net/2011/12/hukum-ucapan-selamat-natal.html

Padahal yang benar adalah MUI mengharamkannya.

Berita dari Tempo yg didominasi kaum JIL tak bisa dipercaya.
Buya Hamka mundur dari MUI karena fatwa Haram mengikuti perayaan Natal atau pun Selamat Natalnya tidak disukai Soeharto:

Masih dalam periode kepemimpinan Buya Hamka, MUI juga mengeluarkan fatwa tentang haramnya umat Islam mengikuti perayaan natal dan haram pula mengucapkan selamat natal. Fatwa tersebut mendapat reaksi dari Menteri Agama Alamsyah Ratu Perwiranegara, dan ia mewakili pemerintah meminta fatwa tersebut dicabut. Buya Hamka memilih mundur dari jabatan Ketua Umum MUI daripada harus mencabut fatwa tersebut. Sikap Buya Hamka ini merupakan teladan dan cerminan sosok ulama yang Istiqomah sebagai penyambung lidah ummat.

http://bulanbintang.wordpress.com/about/mui-dan-keterpasungan-politik-catatan-atas-pilkada-kalbar/

Fatwa MUI:
  1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa AS, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan diatas.
  2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
  3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah SWT dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan Natal.

Dengan melarang ummat Islam agar tidak terjerumus ke hal yang Syubhat (Tidak Jelas Halal/Haram seperti Ucapan Selamat Natal) jelas MUI saat itu mengharamkan segala hal yang Syubhat termasuk mengucapkan Selamat Natal.

“Mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mempunyai anak.”
Read More
Previous PostOlder Posts Home