Dan pada saat mereka berdiri, pada saat duduk, berbaring, mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi. Dengan berkata Ya Allah sesungguhnya Engkau tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia.

Dan perhatikanlah semua yang ada di langit dan di bumi, bagaimana bumi dihamparkan dan langit ditinggikan. Lihatlah apakah ada keretakan di langit, Sesungguhnya di sana terdapat bukti-bukti kebesaran Allah

Di beberapa ayat Al Qur'an terdapat perintah yang mengajarkan kita untuk selalu taat beribadah kepada Allah, namun Allah memiliki jalan lain bagi seorang muslim, untuk dapat beribadah kepadaNya, salah satunya adalah dengan belajar memahami seluruh bidang, tidak hanya dalam bidang agama seperti ; biologi, fisika, dan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Tidak hanya itu, kita pun diizinkan untuk menguasai bidang teknologi informasi.

Sesungguhnya belajar lebih baik daripada ibadah sehari semalam, dengan belajar kita dapat mengetahui segala sesuatu yang sebelumnya tidak kita ketahui. Diharapkan dengan belajar,
seorang muslim dapat lebih taqwa kepada Allah.

Tahukah Anda! bahwa penemu-penemu, baik dari arab maupun dari barat merupakan orang yang bertaqwa kepada Tuhannya, mereka meyakini Bahwa segala ilmu yang ada berasal dari Sang Pencipta. Akan tetapi Darwin dengan teori evolusi telah memisahkan antara ilmu dengan agama yang semula berkaitan erat satu sama lain. Dengan teorinya bahwa manusia hidup berevolusi dari kera

Dengan penelitian DNA yang dilakukan menunjukkan, bahwa DNA merupakan suatu program yang telah dirancang oleh sedemikian rupa oleh Sang Pencipta (Allah) sudah merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah satu sama lain, jadi tidak mungkin melalui radiasi manusia dapat berubah memiliki sayap, akan tetapi DNA tersebut menjadi rusak sehingga tidaklah mungkin manusia berevolusi dari kera.

Penelitian ini menjadi suatu kemajuan, dan para ilmuwan sepakat bahwa ilmu tidak terlepas dari adanya Tuhan.

Dari VCD Harun Yahya
Read More
kurang ajar, heheh maaf

aku benci pada diri sendiri yang tidak bisa datang tepat waktu. aku marah kepada pak imawan dan bolo-bolonya, padahal belum jam 7.00 waktu bagian stm pembangunan, pintu gerbang malah sudah ditutup, terpaksa aku dan temenku yang bernama ucok (umam safarudin) dan trimbil (tri hardiyanto) haru masuk lewat pintu gerbang depan, walah kesele mlaku.

yah dengan hujan hujanan (pada saat gerimis menitik dari langit), awalnya tidak begitu bermasalah karena berada dalam aula, tapi setelah ada murid kelas lain yang ingin olah raga yaitu senam, kami harus pindah ke depan aula, dengan berbasah-bahasan, dan ceramah pak imawan yang tiada hentinya.

setelah mereka kesel dengan clemongannya, kami di suruh untuk mengambil dedaun yang ada di depan aula, dengan tangan yang basah terkena genangan sang air yang jatuh dari langit pemberian Tuhan yang Maha Kuasa. Mengingat akan Sang Pencipta aku tidak lagi merasa marah terhadap mahluk ciptaan-Nya juga itu.

Setelah beberapa
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home