Senin, Maret 12, 2012

Sulap Dengan Perhitungan Matematika

Selamat Siang, kali ni ane mw ngsh sedikit Permainan Matematika ni Tembusan Dari Agan Kelincihilang,Moga agan suka. Simak gan satu2 :

1. PERMAINAN ANGKA
  1. Mintalah sesorang untuk menuliskan sembarang bilangan yang terdiri dari tiga angka, dan angka-angka ini makin ke belakang makin mengecil.
  2. Baliklah dan kurangkan
  3. Baliklah hasilnya dan jumlahkan dengan hasilnya
  4. Hasilnya akan selalu 1089
Contoh:
  1. Tulis bilangan: 762
  2. Dibalik 267
  3. Dikurangkan 762-267=495
  4. Dibalik 594
  5. Dijumlah 495+594= 1089 (Terbukti)

2. MENGETAHUI BILANGAN YANG DIPIKIRKAN
  1. Pikirkan sembarang bilangan yang terdiri dari tiga angka tetapi angka-angka tersebut tidak boleh sama
  2. Lipat duakalikan dan tambahlah dengan 4
  3. Kalikan dengan 5 dan tambahlah dengan 12
  4. kalikan dengan 10 dan kurangi dengan 320
  5. Hilangkan dua angka yang dibelakang, maka sisanya adalah bilangan yang tadi dipikirkan
Contoh
Misal bilangan yang dipikirkan adalah 123
  1. Lipat duakan dan tambahkan dengan 4 (123 x2 + 4 = 250)
  2. Kalikan dengan 5 dan tambah dengan 12 (250 x 5 + 12= 1262)
  3. Kalikan dg 10 dan kurangi dg 320 (1262×10 - 320 = 12.300)
  4. Hilangkan dua angka yang dibelakang shg sisanya bilangan yang dipikirkan (12300)
  5. Hilangkan dua angka belakang sehingga menjadi 123 (Terbukti)

3. MENGETAHUI EMPAT ANGKA TERAKHIR DARI NOMOR TELEPON

Jual Papercraft


Cara Sederhana Menghitung Sudut di Langit


Tataplah Bulan di malam hari atau bintang-bintang yang bertaburan indah di langit. Pernahkah terpikir bagaimana mengukur ukuran besaran Bulan di langit atau jarak antar bintang-bintang? Atau berapa besar area langit di malam hari?

Ingin tahu bagaimana cara astronom mengukur langit? Yang pasti, para astronom mengukur langit bukan seperti mengukur panjang lebar sebuah lapangan. Ingat, obyek yang diamati itu sangat jauh dan tidak dapat diukur langsung dengan merentangkan alat pengukur.

Para astronom mengukur jarak di langit menggunakan pengukuran sudut. Dengan pengukuran sudut, para astronom dapat menentukan jarak dan ukuran sebuah obyek di alam semesta.

Pembagian lingkaran. Kredit : Astronomy magazine

Sebuah lingkaran dibagi menjadi 360 derajat, dan derajat merupakan satuan dari pengukuran sudut dan ditandai dengan simbol “º”. Satu derajat dibagi lagi menjadi 60 bagian yang kita sebut menit (‘) dan 1 menit dibagi menjadi 60 detik (“).

Dalam pengukuran sudut, 1 menit itu disebut sebagai 1 menit busur ( minute of arc/arcminute / arcmin) dan 1 detik disebut sebagai 1 detik busur (second of arc / arcsecond /arcsec). Bagaimana menghitung sudut dengan cara ini?

Bagi para astronom, jarak 2 obyek yang dilihat dari sisi pengamat akan membentuk sudut ketika kita tarik garis imajiner dari pengamat ke obyek A dan pengamat ke obyek B.

Untuk mengukur langit yang tiap saat kita lihat, maka langit dibagi dalam derjat. Dan langit itu merupakan sebuah bola yang dibagi dalam 360º. Untuk langit yang merentang dari ujung horison yang satu ke horison yang lain, besar sudutnya 180º. Titik tertinggi di atas langit yang seringnya diasosiasikan dengan titik di atas kepala kita, disebut sebagai titik meridian. Dan dari titik meridian sampai ke horison, sudut yang terbentuk adalah 90º. Dan setengah dari titik meridian ke horison akan membentuk sudut 45º.

Dengan demikian, obyek-obyek seperti Bulan, planet dan bintang-bintang dapat diukur diameter dan jarak satu sama lainnya menggunakan pengukuran sudut.

Pengukuran Sudut Dengan Mata Tanpa Alat
Ketika kita melakukan pengamatan di malam hari, bagaimana kita bisa mengetahui jarak antara dua obyek langit ? Ada cara mudah untuk mengukur sudut saat pengamatan. Pengukuran ini hanya menggunakan mata tanpa alat dan hanya bisa mengestimasi jarak dalam derajat.

Caranya adalah dengan menggunakan tangan. Rentangkan lengan ke depan dan gunakan jari dan kepalan tanganmu untuk mengukur sudut.


1.Arahkan jari kelingking ke sebuah obyek, dan jari kelingkingmu akan mencakup area sebesar 1º


Selasa, Maret 06, 2012

Melatih Public Speaking Sejak Dini



Kaskus memang the largest community di indonesia, saya menemukan artikel yang bagus bagi Anda yang baru dianugrahi buah hati, dan salah satu cara untuk mendidik anak Anda menjadi pembicara yang ulung, Terima kasih kepada agan .severus.snape. atas artikelnya. Silakan disimak

Melatih anak untuk pandai berbicara sangat penting. Selain untuk mencegah terlambatnya kemampuan anak dalam bicara, tentu saja akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua bila memiliki anak yang terlihat cerdas saat berbicara. Semakin cepat anak bisa berbicara, maka akan semakin cepat pula perkembangan otak anak. Karena biasanya anak yang sudah mulai banyak bicara, akan banyak bertanya. Dan pada saat kita banyak menjawab pulalah maka perkembangan otak anak akan terstimulasi dan anak pun menjadi kaya akan banyak pengetahuan baru. Bagaimana agar si kecil pandai dalam berbicara?

1. Sering “Berbasa-basi” pada anak
Bagi kita, mungkin berbasa-basi adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun bagi seorang anak, hal ini sangatlah penting. Mengapa? Karena beberapa topic pembicaraan yang bagi kita tidak penting, bagi seorang anak tentu akan menjadi sangat penting. Karena kadang dari hal-hal yang menurut kita nggak penting bisa menjadi hal yang luar biasa bagi seorang anak. Jadi di sini kita harus pandai juga dalam memahami kebutuhan seorang anak. Misalnya pada saat si kecil baru saja terbangung dari tidurnya di pagi hari, mungkin kita bisa mengatakan,”Selamat pagi… Wah… Jagoanku udah bangun neh… Tempat tidurnya sudah rapi belum ya? Lekas mandi ya… Kalau mandi yang bersih ya… “

2. Menjawab pertanyaan anak dengan penjelasan
Hal ini juga sangat penting. Layaknya seorang anak meminta sepotong roti tawar pada ayahnya, tapi sang ayah memberikan sepotong roti tawar plus dua potong roti isi sosis dan keju. Misalnya, pada saat kita berjalan di kebun binatang dengan si kecil, dan dia bertanya”Ma… Itu apa?” Jangan Cuma menjawab,”Gajah”, tapi alangkah lebih baik bila kita menjawab,”Itu adalah gajah. Gajah suka makan kelapa lho… . Dia punya gading yang indah dan kuat. Lihat tuh… Belalainya panjang dan punya gading yang indah.”

3. Menjadi pendengar yang baik
Menjadi pendengar yang baik adalah hal yang penting juga, karena hal ini tidak hanya bermanfaat agar anak bisa lebih terbuka dengan kita kelak pada saat dia menginjak tahap usia yang lebih dewasa, namun juga melatih anak untuk bisa bebas mengekspresikan diri. Saat sang buah hati mulai “cerewet”, alangkah lebih baik bagi kita untuk menjadi pendengar yang baik, dan berbicara seperlunya saja. Kita jangan bersikap cuek, melainkan tetap berusaha memperhatikan atau mendengarkannya, meskipun kita merasa apa yang dikatakannya “gak penting banget…."