Jumat, November 25, 2011

Pusar Udel Berair atau Sakit dan Berbau

Sudah lama nih saya mencari artikel tentang sakit pusar atau pusar berbau. Dulu saat awal pertama pusar sakit, rasanya tidak karuan, setelah periksa ke dokter katanya ada infeksi, akhirnya diberilah saya antibiotik, obat penghilang rasa sakit, dan satu obat alergi obat. Namun setelah rasa sakit itu hilang, sekarang kok masih tersisa bau yang dahsyat dari perut saya, kata istri saya seperti bau terasi. Baiklah, tanpa panjang lebar, silakan disimak artikel dari http://christinarwen.blogspot.com
 
Pusar atau udel jarang sekali mendapat perhatian untuk dibersihkan, padahal menjaga kebersihan area pusar sama pentingnya dengan mencuci tangan atau kaki. Beberapa kondisi bahkan membuat pusar berbau busuk dan tidak sedap. Apa saja?

Pusar atau secara medis disebut umbilikus pada dasarnya merupakan bekas luka setelah kelahiran. Kebanyakan orang tidak menaruh perhatian khusus pada pusar. Tetapi ada keadaan tertentu yang mengharuskan Anda memperhatikan pusar secara penuh.
Salah satunya adalah pusar mengeluarkan cairan yang berbau busuk. Hal ini tidak hanya menjengkelkan tetapi juga bisa membuat orang malu.

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan pusar berbau tidak sedap seperti dilansir Buzzle, Senin (24/1/2011),
1. Debu
Debu yang terperangkap di dalam pusar dapat menyebabkan iritasi pada kulit, yang akhirnya menyebabkan infeksi.

2. Peradangan

Akumulasi nanah dari jaringan yang meradang sekitarnya dapat membuat pusar berbau busuk. Bau ini disebabkan oleh keberadaan bakteri anaerob.

3. Kista Urachal
Kista ini terjadi bila saluran yang terhubung ke tali pusar janin tidak menutup. Jadi mungkin membengkak dan dapat menyebabkan kebocoran lendir atau urine. Kondisi ini termasuk langka dan dengan dapat diobati dengan bantuan operasi.

Kista urachal disertai dengan rasa sakit di perut dan peningkatan suhu tubuh.
Kista bisa pecah di dalam dan cairan yang merembes keluar dapat menyebabkan bau yang busuk.

4. Candidiasis

Ini adalah bercak putih yang dapat terjadi pada pusar yang disebabkan oleh jamur candida. Jamur ini tumbuh dengan cepat dan tidak terkendali. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah berada pada risiko yang lebih tinggi karena tubuh menjadi tidak mampu untuk mengekang pertumbuhan jamur.

5. Patent Urachus
Tabung urachus adalah tabung kecil menghubungkan kandung kemih janin ke tali pusat. Dalam beberapa kasus, tabung urachus gagal menutup setelah lahir sehingga menyebabkan patent urachus.

6. Infeksi jamur
Penyebab lain bau dari pusar adalah infeksi jamur. Infeksi jamur pusar ditandai dengan gatal yang menyakitkan dan rasa terbakar.

7. Sepsis-Septicemia

Hal ini disebabkan karena infeksi yang diakibatkan penggunaan tindik di pusar. Piercing atau tindik di pusar sering menyebabkan pendarahan, yang bila terkontaminasi oleh patogen bisa menyebabkan infeksi. Infeksi ini biasanya mengeluarkan cairan hijau kekuningan yang disebut sepsis-septicemia.

Tapi tidak perlu khawatir karena banyak pengobatan yang efektif untuk mengatasi bau busuk dari pusar. Beberapa cara yang sering dilakukan antara lain seperti berikut:
  1. Coba krim anti jamur atau juga bisa menggunakan yogurt pada infeksi jamur
  2. Mengonsumsi antibiotik untuk mengendalikan gatal karena infeksi jamur
  3. Tempatkan es batu di perut untuk menghilangkan rasa gatal sehingga pusar tidak semakin infeksi karena digaruk
  4. Bersihkan pusar dengan air garam untuk mengurangi infeksi dan bau busuk
  5. Usahakan daerah sekitar pusar tidak lembab untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Jika pusar berkeringat, sering berikan bedak untuk menghindari kondisi yang menguntungkan bagi bakteri atau jamur.
  6. Dalam kasus kista urachal, bersihkan area pusar dengan sabun anti bakteri setidaknya sekali dalam sehari. Juga gunakan klorida benzalkonium atau peroksida hidrogen pada kista 4-5 kali sehari.
  7. Dalam kondisi parah perlu dilakukan pembedahan.
Sumber : http://christinarwen.blogspot.com/2011/02/bahaya-pusar-berair.html

7 comments:

  1. Wah, artikel yg sgt bermanfaat. Anak saya yg baru berusia 10 bulan, hari ini mengalami hal tersebut... terima kasih, tulisan ini sangat membantu...

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas komentarnya. Dan semoga anak Anda lekas sembuh

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas infonya....saya baru saja mengalaminya beberapa hari yang lalu...sekarang akan saya coba dulu...siapa tahu bisa...

    BalasHapus
  4. kalau saya boleh tanya...antibiotiknya apa yang bagus ya...saya sudah mengalami ini selama beberapa hari...apakah bahaya?
    thanks

    BalasHapus
  5. Kalau Antibiotiknya sendiri saya tidak bisa menyarankan gan, karena juga kelihatannya berbeda antar masing-masing orang.
    Saya pernah sampai diberi obat 2 kali karena yang pertama saya mengalami alergi pada obat antibiotiknya.
    Jadi sebaiknya dapat dikonsultasikan dengan dokter gan.

    BalasHapus
  6. Saya juga sedang mengalami hal ini. pusar saya berair dan bau. saya pernah ke dokter beberapa minngu yg lalu tetapi tdk ada perubahan setelah sya oleskan vco alias virgin coconut oil, pusar saya jadi tdk terlalu berair walaupun masih keluar sedikit2. setelah sya baca,ternyata vco mengandung anti jamur,bakteri dan virus. semoga bermanfaat.

    BalasHapus
  7. Terima kasih atas komentarnya Pak. semoga cepat sembuh untuk Anda.

    BalasHapus