Dari Mana Bakat Anda? (Bagian I)
shutterstock
Meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, kita juga punya kekuatan lain untuk membentuk bakat apapun yang kita inginkan. Hanya saja, hal itu harus dilakukan sejak balita hingga usia belasan tahun
Selasa, 12 Mei 2009 | 11:26 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Apakah bakat Anda muncul sejak lahir atau sengaja Anda ciptakan lewat latihan-latihan tertentu? Membincangkan asal-muasal bakat memang menarik dan seolah tak berujung.
Saat lahir, kita memiliki 100 miliar neuron. Tiga bulan atau 60 hari menjelang kelahiran, neuron yang kita miliki itu sudah berkomunikasi satu sama lain. Mereka bahkan membentuk jalinan yang dinamakan dengan axon. Lalu, saat jalinan terbentuk, sebuah sinapsis pun otomatis terbentuk.
Di usia tiga tahun, setiap 100 miliar neuron kita itu telah menciptakan jaringan sinapsis dengan neuron lainnya. Koneksi antarneuron inilah yang menjadi awal mula munculnya bakat. Tandanya, anak terlihat aktif luar biasa.
Ya, tanda tersebut kerap mudah kita cermati pada dua periode usia kita, yaitu ketika kita menginjak usia balita dan saat kita berusia belasan atau duduk di kelas 1 atau 2 SMA. Di masing-masing periode itu, kita (anak) dikenal begitu aktif, bahkan saking aktifnya, tak sadar kita seringkali disebut “nakal” tak keruan.
Tentu saja. Karena memang, banyak hal ingin kita ketahui, mencoba, dan lakukan. Kita pasti marah atau memberontak ketika kemauan kita tersebut dihalangi.
Nah, benarkah itu bakat? Rasanya, terlalu cepat kita mengambil kesimpulan bahwa itu merupakan bakat. Mungkin, lebih tepat, hal itu akan menjadi bakat kita atau tidak, karena akan sangat tergantung pada minat kita kelak.
Hal itu membuktikan bahwa setiap jalinan sinapsis akan terus mendorong diri kita untuk tidak henti melakukan apa pun yang kita mau terkait minat kita. Yang terjadi, kita akan kebingungan memilih ini atau itu, mencoba melakukan ini atau itu, dan kita tidak terfokus untuk mematangkan sebuah nilai kompetensi tertentu.
Untuk itulah, di usia 16 tahun, hukum alam memutus separuh dari jejaring sinapsis tersebut. Dan tidak ada manusia bisa membentuknya kembali utuh seperti semula.
Namun, sejak terputusnya jaringan sinapsis itu, bakat kita malah justru benar-benar mulai terasah. Karena hal itu memberi kita ruang lebih luas untuk fokus dan benar-benar mengeksploitasi beberapa sinapsis tertentu.
Latihan tak selalu sempurna
“Ya, latihan menjadikannya (bakat) sempurna. Saat hal itu datang sebagai bagian dari hidup Anda, Anda harus mencintainya. Jika tidak, Anda tidak akan dapat bekerja dengan baik dan meraih yang terbaik”.
Demikian hal itu dikatakan oleh Dr Anders Ericsson dalam buku Cambridge Handbook of Expertise and Expert Performance. Di situ Anders memandang orang-orang berpengalaman, baik itu seorang pebalet, pemain basket, atau pembuat program komputer, hampir selalu “dibuat” atau “dilatih”, dan bukan dilahirkan.
Pendapat Anders tersebut diamini oleh hasil penelitian Marcus Buckingham dan Donald O Clifton’s. Penelitian berdasarkan riset selama 25 tahun dan berbiaya sangat besar itu dilakukan terhadap dua juta pemilik karier dari 101 perusahaan di 63 negara. Hasilnya, meskipun terdapat aspek bakat yang dibawa sejak lahir, ternyata kita punya kekuatan lain untuk membentuk bakat apa pun yang kita inginkan.
Hanya saja, hasil penelitian itu masih memberikan catatan penting. Bahwa semua hal itu harus dilakukan sejak balita hingga usia belasan tahun. Ya, karena seperti kita ketahui, sampai di situlah batas otak kita dalam membuat jalinan sinapsis antarneuron.
Kiranya, lebih dari 20 tahun sudah, Anda harus menemukan dan menggali bakat Anda. Kini, mustahil Anda bisa menyuruh neuron di otak Anda untuk membentuk sinapsis baru. Hanya satu yang bisa Anda lakukan adalah Anda membentuk jalinan sinapsis di sekeliling sinapsis utama yang sudah terbentuk sebelumnya sejak Anda lahir.
Tidak, hal itu tidak akan membuat diri Anda merasa terbatas! Anda hanya diminta untuk melatih segala hal yang Anda sukai. Jika Anda suka, itu pertanda bakat Anda dan menjadi investasi bagi diri Anda sendiri di masa depan.
Dan jangan khawatir, Anda bisa membaca tanda-tanda (sign) bahwa bakat Anda telah hadir dalam diri Anda, yaitu:
- Nyamankah Anda saat menjalaninya? Hingga dalam sanubari Anda pun terngiang, “Rasanya ini cocok sekali buat saya.”
- Anda yakin, di hati selalu muncul rasa rindu bisa melakukannya? Bahkan sebelum menjalaninya, senantiasa timbul rasa rindu yang tinggi hingga lekas-lekas ingin melakukannya.
- Seberapa besar rasa penasaran Anda? Seberapa kuat keinginan Anda untuk belajar mendalami hal ini? Seberapa fokus dan mudah berkonsentrasinya Anda terhadap hal ini?
- Puaskah Anda usai menjalaninya? Bukan puas pada hasil, tetapi batin, apakah Anda memang terpuaskan?
Kiranya, perlu Anda cermati dan buktikan bahwa beberapa hal di atas memang tanda-tanda hadirnya bakat Anda. Tetapi sebaliknya, tidak perlu kecewa apalagi sedih jika tidak melihat tanda-tanda itu hadir di diri Anda.
Ya, sekuat apa pun Anda melatih dan menciptakan agar tanda-tanda itu hadir pada diri Anda, dalam perjalanan waktu hal itu malah akan membuat Anda tidak merasa nikmat melakoninya. Nyatalah bahwa latihan tidak berlaku dan mampu tampak sempurna pada segala bidang.
Lalu, apa yang kini harus Anda lakukan?

Read More
20110623101
Dengan sandal spesial ini di kaki kita, kita dapat meninggalkan jejak, sesuai jejak hewan-hewan di tanah, sangat Menyenangkan bukan?
20110623102
20110623103
20110623104
20110623105


20110623106
Sumber : http://www.inewidea.com/2011/06/23/38833.html#more-38833
Read More
Pohon Besar di Bordes Tangga

oleh: Indra Zaka Permana
Entah karena isu lingkungan yang sedang marak dibicarakan atau sekadar gaya desain, bentuk pohon dalam interior sedang naik daun. Aplikasinya bermacam-macam, mulai dari hiasan dinding sampai gantungan baju.
Pohon yang satu ini tak bisa menghasilkan oksigen untuk Anda. Namun pohon ini bisa membuat ruang Anda tampil lebih memikat. Ini bukan wall painting , melainkan wall sticker . Anda tak perlu jago menggambar untuk menerapkannya pada rumah Anda, juga tak perlu lama menunggu cat mengering. Yang  Anda butuhkan hanya sedikit waktu dan kesabaran untuk menempelkan satu per satu bagian pohon dua dimensi ini. Jika diperhatikan lebih dekat, bisa terlihat bahwa setiap helai daun ditempelkan satu per satu.
Tinggi menjulang. Itulah yang membuat dinding di bordes tangga ini cocok dihiasi gambar pohon. Jika biasanya dinding rumah tingginya hanya sekitar 3m, tinggi dinding di bordes tangga ini bisa mencapai satu setengah kalinya atau mungkin lebih, sehingga pas proporsinya untuk dihiasi gambar yang tinggi besar.
Wall sticker ini dipasang sendiri oleh sang pemilik rumah, Pandji Z. Katanya, dinding di bordes tangga terlalu polos. Padalah ia ingin ada pemandangan saat menaiki tangga. Dinding dilapis dahulu dengan cat warna hijau, kemudian wall sticker dipasang. Mudah dan menarik bukan?
Foto: iDEA/Richard Salampessy
Properti: Pandji Z., Bintaro, Jakarta

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-keluarga/Artikel/Pohon-Besar-di-Bordes-Tangga
Read More
oleh: Anissa Qurrota Aini
Solid Surface: Material Higienis Mudah Perawatan

Lebih higienis dan tahan gores. Itulah antara lain keunggulan solid surface. Warna-warninya menarik, tak kalah cantik dari marmer maupun granit.

Beberapa tahun terakhir, hadir material baru yang marak dipergunakan sebagai top table kitchen set. Solid surface namanya. Memiliki berbagai keunggulan, solid surface memiliki tampilan lebih beragam dibandingkan marmer.
Selain memiliki tampilan beragam, solid surface dinilai lebih higienis. Pasalnya, material ini bersifat non porous atau tidak berpori. Pori-pori pada top table kitchen set, dapat menjadi tempat tumbuh kembang kuman dan bakteri. Hal ini disebabkan kotoran dari sisa makanan yang meresap dan mengendap di dalam pori-pori tersebut. Akibatnya top table pun dapat tercemar bakteri.
Dari sisi teknis pemasangan, solid surface memberi hasil yang lebih baik. Berbeda halnya dengan granit atau marmer, yang meninggalkan bekas berupa garis, pada pertemuan antar kepingnya, solid surface sama sekali tidak meninggalkan bekas. Kondisi ini membuat kitchen set tampil lebih rapi. Terlebih lagi material sintetis ini dapat dipesan sesuai ukuran dan kebutuhkan. Kalau pun mau, menggunakan solid surface ini dapat dibuat top table dapur tanpa sambungan.
Tergores tinggal poles
Selain beberapa keunggulan di atas, masih ada lagi keunggulan solid surface ini, di antaranya: tahan panas, tidak mudah terbakar, mudah dibentuk (fleksibel) dengan metode thermal forming (dipanaskan terlebih dahulu), dan tahan gores. Walau demikian, ini bukan berarti solid surface sama sekali tak bisa rusak karena panas atau goresan, atau patah karena benturan bertekanan tinggi.
Sebagai sebuah material tahan gores, ini bukan berarti solid surface tidak bisa tergores sama sekali. Solid surface dapat saja tergores oleh benda tajam. Namun, jika goresan ini tidak terlalu dalam, maka dapat dihilangkan dengan cara memolesnya.
"Cukup dipoles ulang, solid surface yang tergores pun kembali mulus dan mengilap," ujar Ken Ardiyan, Direktur Teknik PT Indawo Kharisma Internusa. Caranya pun mudah, seperti memoles cat mobil.
Dalam kegiatan sehari-hari, solid surface sangat mudah dalam perawatan. Menghilangkan noda di atasnya dapat dilakukan hanya dengan membersihkannya menggunakan lap basah. Cairan pembersih bisa digunakan jika dibutuhkan.
Foto: iDEAOnline/Fardina R. Suri

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Peralatan-dan-bahan-bangunan/Artikel/Produk-finishing/Solid-Surface-Material-Higienis-Mudah-Perawatan
Read More
Mencegah Aliran Air Kotor Lambat & Pampat

oleh: Yusuf Fatur

Jika Anda tak ingin pusing dengan persoalan air buangan kamar mandi yang mampat, inilah kiatnya agar buangan itu mengalir lancar.

Terkadang ketika mandi, air bilasan sabun tak mengalir lancar ke pipa pembuangan. Ini menyebabkan air menggenang. Jika terlalu lama menggenang, kotoran akan tertinggal di lantai kamar mandi dan mengendap. Lantai menjadi licin, bau tak sedap pun sering muncul karenanya. Lebih parahnya, terkadang air tak mengalir sama sekali. Kamar mandi pun tak dapat digunakan.
Sebenarnya, tidak sulit untuk mengenali penyebab lambat atau mampatnya aliran air kotor tersebut. Sebagian besar faktor penyebabnya karena instalasi sanitasi yang kurang tepat. Di samping itu beberapa faktor non teknis juga turut berperan.
Kemiringan 3%
Ada dua kunci utama agar aliran air kotor mengalir lancar sampai ke pembuangan akhir. Pertama, kemiringan, dan kedua, belokan. Seperti kita ketahui, sistem gravitasi berlaku untuk air. Air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dalam penerapan instalasi sanitasi pun demikian. Air buangan dialirkan ke saluran umum yang letaknya lebih rendah.
Seberapa miringkah? Kemiringan pipa yang dianjurkan adalah 3%. Apa pasal? Pada posisi miring tersebut air akan mengalir lancar ke bawah sembari membawa kotoran berupa lemak sisa mandi dengan sabun. Pada kemiringan 3%, air mengalir tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Selain pada saluran pipa air kotor kamar mandi, ketentuan kemiringan 3% juga berlaku untuk saluran pipa kotoran dari kloset. Jika kemiringan kurang dari 3%, aliran air kotor akan melambat, padahal sementara kita mandi, guyuran air bilasan akan selalu berjalan. Sedangkan jika lebih dari 3%, dikhawatirkan air terlalu cepat mengalir namun kotoran berupa lemak tertinggal dalam pipa.
Untuk artikel lebih lanjut, silakan baca Mencegah Aliran Air Kotor Lambat & Pampat (2)
Foto: Renovasi/Adrian Mulya

Sumber :  http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Peralatan-dan-bahan-bangunan/Artikel/Saniter/Mencegah-Aliran-Air-Kotor-Lambat-Pampat-1
Read More
Nat keramik lebar.

oleh: Dewi Kartini

Jangan takut menggunakan keramik kwalitas kedua (KW2). Dengan harga jauh di bawah KW1, tampilannya tetap bisa sama bagus dengan KW1.

Keramik yang dikelompokkan dalam KW2 memiliki satu-dua cacat. Misalnya, ukuran kurang presisi, selisih antara 1mm-3mm. Atau, adanya gompel  kecil pada permukaan atau pinggiran keramik. Cacat itu membuat harga keramik ini jadi lebih murah. Bisa separuh lebih murah dari harga KW1 pada jenis keramik yang sama.
Agar tampilan keramik KW2 ini tidak kalah dengan penampilan KW1-nya, pasanglah keramik dengan nat yang lebar. Dengan cara ini, ukuran keramik yang tidak presisi akan tersamarkan.
Nat yang besar bahkan bisa memberi kombinasi yang menarik pada aplikasi keramik. Jika keramik yang Anda pakai berwarna terang, gunakan semen pengisi yang berwarna gelap. Untuk hasil yang unik, cobalah menggunakan semen nat berwarna kontras. Misalnya, pada lantai berwarna putih, natnya berwarna coklat. Atau pada lantai berwarna coklat, natnya berwarna krem atau oranye.
Kita juga bisa mengisi nat yang lebar itu dengan koral sikat pancawarna. Aplikasi seperti ini biasanya ditempatkan pada teras atau area-area yang berhubungan dengan eksterior. Jika memiliki sisa kayu yang cukup banyak, nat juga bisa diganti dengan kayu. Hasilnya, tentu akan menambah daya tarik di dalam ruang. Dan tampilan keramik jadi lebih berkelas.
Foto: iDEA/Richard Salampessy
Properti: Rumah Mario JP Widodo Maryoto, Ciputat, Tangerang

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Tips/Aplikasi/Keramik-KW2-Tampil-Berkelas-dengan-Nat-Lebar 
Read More
20110712301
Things will be totally different if without Fabian Bernhard and Thomas Burkard: before the item is merely a stretcher but soon after it becomes a chair leaning against the wall to keep its steadibility.
20110712302
20110712303
20110712304
20110712305
Read More
oleh: Anissa Q. Aini
Manfaatkan Area Transisi jadi Storage

Area transisi kerap kali cuma jadi area lalu lalang, padahal bisa juga dimanfaatkan sebagai area storage tambahan, lho.

Area transisi biasanya menyisakan dinding atau area kosong, pasalnya pemilik rumah seringkali bingung juga, mau diapakan area tersebut. Nah, mengapa tidak membuatnya jadi stiorage  tambahan di rumah. Caranya macam-macam, salah satunya dengan membuat lemari built in  di area ini.
Yang dinamakan lahan sisa, tidak harus berupa ruangan. Dinding yang kosong pun bisa dikategorikan sebagai area sisa. Itu sebabnya, perlu dimanfaatkan dengan baik. Buat lemari built in  setinggi plafon. Anda bisa memanfaatkannya untuk menyimpan berbagai barang-barang musiman , maksudnya barang-barang yang hanya diperlukan pada waktu-waktu tertentu.
Bisa juga dimanfaatkan untuk membuat lemari kaca, untuk memajang berbagai koleksi aksesori Anda.Dengan demikian, area transisi tidak lagi sekadar untuk lalu lalang, melainkan bisa menjadi alternatif area penyimpanan. Bagaimana dengan rumah Anda, adakah area transisi yang bisa dimanfaatkan?
Foto: iDEA/ Richard Salampessy


Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Tips/Dekorasi-ruang/Manfaatkan-Area-Transisi-jadi-Storage
Read More
oleh: Tigor C. Siahaan
atap bugenvil
Warna hijau daun dan pink bunga bugenvil rata menutup atap rumah. Unik, sekaligus membuat kondisi dalam rumah lebih sejuk.
Bukan, ini bukan roof garden , walau sekilas terlihat seperti itu. Atap rumah ini tertutup lebatnya daun dan bunga bugenvil (Bougainvillea spectabilis ) yang ditanam persis di depan rumah. Pemilik rumah pun cukup rajin memangkas dan merawat tanaman bugenvilnya hingga tumbuh merata menutupi seluruh atap. Agar bugenvil bisa tumbuh seperti ini diperlukan waktu hingga beberapa tahun.
Bugenvil bukan tanaman yang susah dirawat. Tanaman ini bisa tumbuh optimal pada kondisi lingkungan sesuai. Salah satu kondisi yang sesuai antara lain penyinaran matahari penuh dan drainase yang baik.
Pembungaan bugenvil bisa dirangsang dengan memberikan kondisi ekstrim, atau sedikit “menyiksa” tanaman ini. Caranya, bugenvil tidak disiram selama beberapa hari hingga daunnya mulai layu. Setelah itu bugenvil diberi air secara berlebihan. Untuk merangsang pembungaan, cara ini cukup efektif.
Di rumah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan ini, bugenvil yang menutup atap bukan hanya membuat rumah terlihat lebih cantik. Lebih dari itu, juga menahan sebagian panas yang diterima bangunan sehingga interior lebih sejuk.
Foto: Tigor C. Siahaan


Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Eksterior/Artikel/Fasad/Tertutup-Indahnya-Bugenvil
Read More
oleh: Anissa Q. Aini
Ruang Makan: Pilih Dua, Empat, atau Enam Kursi?

Apakah ruang makan harus selalu terdiri dari satu meja lebar dan banyak kursi? Tidak juga!

Kebanyakan keluarga Indonesia merasa "wajib" menempatkan meja makan berukuran besar dengan banyak kursi, di ruang makan mereka. Mungkin terbawa tradisi sejak zaman dahulu, bahwa makan selalu bersama seluruh anggota keluarga. Jika sampai saat ini, Anda memang tinggal bersama keluarga besar yang beranggotakan lebih dari empat orang, konsep ruang makan berkursi banyak tentu sangat pas untuk Anda. Tapi bagaimana dengan yang hidup di kota besar, hanya berdua dengan pasangan, tinggal pun di rumah berukuran pas-pasan?
Jika kondisinya demikian, mengapa harus memaksakan menempatkan meja berukuran besar dan banyak kursi? Tempatkan saya satu buah meja kecil dengan dua buah kursi. Buat merapat ke dinding, dengan demikian banyak lahan kosong tersisa, yang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Atau lebih ringkas lagi biat meja bar.
Pemilihan ukuran meja dan jumlah kursi makan terdengar seolah bukan masalah besar, tapi tidak akan jadi sepele lagi kalau kaitannya dengan ukuran lahan. Jadi, soal jumlah kursi dan ukuran meja makan sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, Anda memang hanya tinggal berdua, tapi kerap menjamu keluarga dan tamu di rumah, maka Anda harus mempertimbangkan menempatkan meja yang lebih besar.
Dengan menempatkan segala sesuatu sesuai kebutuhan, setiap ruang di rumah akan berfungsi lebih efektif dan efisien. ANda pun akan merasa lebih nyaman di rumah.
Foto: Dok. iDEA

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-makan/Artikel/Ruang-Makan-Pilih-Dua-Empat-atau-Enam-Kursi
Read More
oleh: Anissa Q. Aini
Simpan Buku dan Mainan di Area Headboard? Bisa!

Area headboard  kerap luput dari perhatian. Padahal jika dimanfaatkan dengan baik, area ini efektif menambah area penyimpanan.

Apalagi di kamar anak, yang sudah pasti menampung banyak sekali barang. Mulai dari buku, mainan, dan berbagai pernik kesukaan si buah hati. Hal yang sama terjadi juga di kamar anak yang ada di foto ini. Terlebih lagi ada dua orang jagoan yang mendiami kamar ini. Terbayang, kan , berapa banyak mainan yang ada di kamar ini?
Beruntung sang orang tua memiliki ide menarik untuk menambah wadah penyimpanan, tanpa perlu menempatkan perabot baru. Area headboard -lah yang dimaksud. Biasanya area ini hanya dinding biasa, yang paling-paling dihias wallcover  atau bingkai foto. Di kamar tidur ini area headboard  disulap jadi lemari penyimpanan berukuran besar. Di sinilah berbagai mainan dan pernik milik si kecil bersarang, saat tidak digunakan.
Desainnya tidak dibuat kaku, seperti layaknya rak atau lemari. Ada unsur dinamis dari permainan kayu dan kaca, serta tertutup dan terbuka. Sehingga, tampilan area ini pun tidak lantas terasa kaku. Di foto ini, rak headboard  tidak dibuat menutupi seluruh dinding, tapi jika memang dibutuhkan tidak ada salahnya Anda membuatnya hingga setinggi langit-langit. Tampilan lebih ceria bisa didapat dengan cara mewarnai rak dengan warna-warna cerah, khas karakter anak.
Tertarik mencoba?
Foto: dok. iDEA


Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-tidur/Artikel/Simpan-Buku-dan-Mainan-di-Area-Headboard-Bisa!
Read More
oleh: Putri Dwimirnani
Foto: iDEAOnline/Fardina R. Suri
Bicara soal kamar tidur pasti berkaitan dengan kenyamanan. Tapi, sudah tahukah Anda bahwa tempat tidur tak bisa diletakkan di sembarang tempat?
Dalam menata kamar tidur, aspek kenyamanan memang yang paling utama. Intinya adalah membuat pengguna bisa segera beristirahat tanpa terganggu apapun. Kenyamanan bisa diperoleh dengan penggunaan lampu yang temaram, material kayu yang hangat, atau seprai dan bed cover yang lembut.
Sudah cukupkah itu semua?
Ada hal penting yang sering terlupakan, yaitu posisi tempat tidur. Sekilas mungkin terdengar sepele, tapi tunggu dulu, salah posisi bisa membahayakan kesehatan lho.
Jadi, perhatikan baik-baik beberapa posisi tempat tidur yang tidak disarankan ini:
  • Tepat di depan pintu . Aliran udara langsung melaju ke arah tubuh sehingga bisa menimbulkan penyakit.
  • Merapat ke dinding . Selain menyulitkan ketika mengganti seprai, warna dinding bisa belang karena bagian bawahnya tertutup tempat tidur. Bukan itu saja, dinding yang berbatasan langsung dengan kamar mandi sangat lembap dan berbahaya untuk kesehatan.
  • Di sebelah jendela . Bukan hanya angin yang masuk melalui jendela, tetapi juga debu. Sangat bahaya bagi Anda yang berpenyakit asma.
  • Di bawah AC . Ini sangat berbahaya untuk kesehatan. Udara AC memang sejuk, tapi bila terpapar langsung semalaman jelas bisa bikin masuk angin. Apalagi kalau anginnya mengarah langsung ke kepala, wah bisa sakit kepala seharian tuh.
Posisi terbaik tempat tidur memang di bagian tengah ruangan dengan headboard menempel ke dinding, dan dilengkapi dengan meja nakas di kedua sisinya. Namun bila ukuran ruangan tak memadai, yang penting sisakan jarak sekitar 40-60 cm dari dinding di samping tempat tidur.
Coba cek lagi. Sudahkah tempat tidur anda berada dalam posisi yang tepat?

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-tidur/Artikel/Inilah-4-Lokasi-Tempat-Tidur-yang-Salah
Read More
oleh: Devi F. Yuliwardhani
Amankan Si Kecil dengan Padded Wall
Melatih si kecil yang sudah beranjak balita untuk berani tidur di kamarnya sendiri memang tidak mudah. Terkadang ketakutan justru datang dari orang tua. Takut si kecil jatuh dari tempat tidur, atau terantuk dinding adalah beberapa gerakan anak yang semakin aktif dan dapat menimbulkan kekhawatiran. Ketakutan ini wajar terjadi, tapi jika berlebihan justru tidak mendidik si kecil untuk mandiri.
Agar tak lagi was-was ketika si kecil tidur, buatlah kamar tidur anak senyaman mungkin. Kenyamanan kamar tidur anak tentu tidak hanya menarik dan membuat betah saja, tapi juga harus aman.
Salah satu contoh kasus, adalah untuk tempat tidur yang menempel di dinding. Agar si kecil terhindar dari kecelakaan kecil terantuk dinding, ada langkah antisipasi yang bisa dilakukan. Buat saja padded wall di dinding! Ia akan menghalangi si kecil terantuk dinding ketika tidur. Lebih baik ketimbang pagar seperti boks bayi, yang dapat membatasi gerak anak yang beranjak balita.
Cara membuatnya cukup mudah,
  1. Tempelkan busa setebal ±5cm di atas papan tripleks ukuran 180cm x 50cm. Ukuran dapat disesuaikan dengan panjang tempat tidur, sementara lebarnya cukup 50 cm.
  2. Lapisi bagian atas busa dengan kulit sintetis hingga menutupi bagian tepi. Pilih kulit sintetis dengan warna cerah yang disesuaikan dengan karakter anak.
  3. Tempelkan ke dinding menggunakan bracket gantung.
Foto: Richard

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-tidur/Artikel/Amankan-Si-Kecil-dengan-Padded-Wall
Read More
oleh: Dewi Kartini
Dinding Kaca Membuat Ruang Menyatu dengan Alam

Ruang tamu di rumah ini dikelilingi oleh kaca pada hampir sebagian besar dindingnya. Kaca membuat ruang "menyatu" dengan lingkungannya. Ruang pun terang dan terlihat lebih luas.

Keberadaan ruang tamu di rumah dapat saja dipertahankan. Terlebih bagi pemilik rumah yang senang menerima tamu. Fungsi ruang pun bisa menjadi maksimal. Keberadaannya tak sia-sia, karena sering pula digunakan.
Ruang tamu dapat diisi dengan berbagai furnitur yang sesuai fungsi ruang. Rata-rata, di ruang tamu terdapat set meja dan sofa. Ada juga yang melengkapinya dengan lemari untuk menyimpan atau memajang pajangan.
Pada foto ini, ruang tamu diisi dengan set sofa dan meja tamu. Di salah satu ujung ruang terdapat lukisan, di ujung lainnya ada lemari untuk menyimpan pajangan. Yang menarik pada ruang tamu ini adalah keberadaan dinding kaca yang dominan. Dinding kaca berdiri tegap dari permukaan lantai hingga ke plafon ruangan. Dinding kaca ini dikat dalam satu kesatuan struktur beton bertulang yang sekaligus sebagai struktur bangunan. Hingga ketinggian 2,5m, dinding kaca ini ditutup dengan roman blind dan stiker sandblast .
Keberadaan kaca yang menjadi hampir 50% dinding ruangan ini otomatis memberi efek positif pada ruangan. Transparansi kaca membuat lebih banyak cahaya masuk ke dalam ruangan. Ruang pun menjadi terang pada siang bolong, hanya dengan bantuan penerangan cahaya alami. Di sisi lain, kaca juga membuat ruang seakan tanpa batas. Kondisi ini membuat ruang tamu yang sudah tergolong luas ini pun menjadi semakin luas. Lebih menarik lagi adalah segala suasana indah di area taman pun dapat dinikmati dari ruang yang oleh penghuni ruang sering digunakan sebagai penerima tamu, sebagai mana fungsinya.
Foto: iDEA/Richard Salampessy
(Editor: Rasantika M. Seta)

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-keluarga/Artikel/Dinding-Kaca-Membuat-Ruang-Menyatu-dengan-Alam
Read More
oleh: Anissa Q. Aini
Air Terjun di Dinding Bawa Suasana Alam ke Ruang Keluarga

Dimana biasanya Anda menempatkan air terjun dan pot-pot tanaman? Paling lazim, ya , di taman. Bisa di taman depan, samping, atau belakang. Bagaimana kalau di ruang keluarga, sudah pernah coba?

Berada di ruang keluarga ini terasa nyaman dan segar. Suara gemericik air dan deretan pot-pot tanamanlah sumber kesegaran tadi. Jarang kita menemukan rumah yang menempatkan air mancur dan pot-pot tanaman di ruang keluarga. Biasanya di taman, yang kemudian diberi bukaan, sehingga berhubungan langsung dengan ruang dalam rumah.
Ruang keluarga ini boleh jadi membuat kita terinspirasi untuk lebih berani bereksperimen, dengan membawa lebih banyak elemen-elemen alam ke dalam rumah. Menyatukan area luar dan dalam rumah, merupakan salah satu solusi jitu menciptakan suasana segar dan nyaman.
Untuk membuatnya, cukup sisihkan sedikit lahan ruang keluarga, untuk dibuat taman. Lapisi salah satu bidang dinding area tersebut dengan batu alam. Buat kolam kecil di bagian bawahnya, untuk menampung air yang keluar dari air mancur mini. Untuk sentuhan akhir, tempatkan beberapa tanaman pot. Jika ingin tampilan lebih manis, boleh juga menempatkan tanaman bunga.
Tertarik membuatnya di ruang keluarga Anda di rumah?
Foto: iDEA/ Ricardo de Melo

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-keluarga/Artikel/Air-Terjun-di-Dinding-Bawa-Suasana-Alam-ke-Ruang-Keluarga
Read More
oleh: Anissa Q. Aini
Void: Jitu Luaskan dan Sejukkan Ruang

Rumah terasa lebih lapang, dengan udara yang lebih sejuk pula, siapa tak suka?

Rumah mungil selalu identik dengan kata "sempit", padahal kalau tahu triknya rumah mungil pun bisa terasa lapang dan nyaman. Salah satu trik yang akan kita biacarakan kali ini adalah penggunaan void.Apa, sih , void itu?
Void biasa ditemui di rumah-rumah dengan lebih dari satu lantai, yaitu ruang kosong hyang menghubungkan antara lantai satu dan lainnya. Tapi bukan berarti rumah dengan satu lantai tidak bisa memiliki void, buat rumah berplafon tinggi, kemudian sisakan ruang untuk dibuat ruang kosong ke atas, inilah yang disebut void.
Sifat void yang terbuka dan menerus ke atas memberikan perasaan lebih lapang, pada ruangan. Untuk rumah-rumah yang berukuran relatif lebih besar, biasanya void dihias dengan lampu gantung yang memanjang dari lantai atas ke bawah. Untuk rumah mungil justru hal ini sebaiknya dihindari. Pasalnya, penempatan elemen dekoratif yang berukuran besar dan berkesan berat, akan membuat ruangan terasa semakin sesak.
Lebih baik lagi jika bagian atas void dibuat berlubang. Dengan demikian, udara panas dari dalam rumah akan mengalir ke atas, melalui void, untuk kemudian dikeluarkan. Jika siklus udaranya demikian lancar, makan udara di dalam rumah pun akan terasa lebih sejuk. Mau?
Foto: iDEA/ Dean Martin Saerang

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Ruang-keluarga/Artikel/Void-Jitu-Luaskan-dan-Sejukkan-Ruang
Read More
Lahan Sempit pun Bisa Jadi Taman Rumah nan Cantik

oleh: Johny H. Kakiay

Jangan biarkan lorong samping rumah sekadar jadi jalur lalu lalang. Manfaatkan, yuk, jadi taman rumah nan indah.

Lorong samping, sebagai akses menuju bagian belakang rumah, ternyata bisa jadi area cantik. Bahkan di sana bisa menjadi pusat daya tarik rumah secara keseluruhan. Betapa tidak! Lahan terbatas itu dijadikan taman simpel yang menarik, bahkan dengan kolam ikan yang dihiasi dinding artifisial.
taman071-TRI
Taman samping di rumah Yusuf Ibrahim dan Dewi Fajar ini berukuran 6m x 2m. Untuk menyiasati lahan minim, Dewi menempatkan aneka tanaman di dalam pot. Karenanya, ada sebagian lahan yang tetap untuk area sirkulasi orang dan area duduk dengan lantai keramik.
Bukan cuma tanaman dalam pot yang mengisi taman itu. Daya tarik lain adalah kolam ikan dengan dinding artifisial. Dari dinding ini mengalir air, menyerupai tebing-tebing di area air terjun. Yusup memang menyukai air, di samping itu karena unsur air memberi kesegaran dan suara alami.
Untuk mendapatkan taman yang indah ini rupanya tidak asal jadi. Dewi mengaku beberapa kali ganti-pasang tanaman. “Saya coba-coba. Saya tanam satu tanaman, tapi jika saya rasa tak sesuai, ya saya ganti lagi. Tapi semua tanaman yang ada tak mahal-mahal. Paling yang bonsai keluarga cemara itu,” ungkapnya.
Anda juga punya lorong di samping rumah? Ide ini layak dicoba!
Foto: iDEA/ Tri Rizeki Darusman
Lokasi: Rumah Yusuf Ibrahim dan Dewi Faja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Sumber : http://www.ideaonline.co.id/iDEA/Taman-dan-tanaman/Inspirasi-taman/Lahan-Sempit-pun-Bisa-Jadi-Taman-Rumah-nan-Cantik
Read More
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home