UAN sudah berhasil terlewati

No Comments
Alhamdulillah ya Allah Gusti, Njenengan (Engkau) sudah memberikan bantuan kepadaku untuk melewati UAN (cobaan kecil). Aku hanya bisa menambah do'aku dari sebelum UAN, dari "Ya Allah, berikan kemudahan diriku untuk menjawab soal-soal dengan baik", menjadi "Ya Allah berikan aku kelulusan dengan nilai yang 'baik'". Inilah salah satu bukti bahwa manusia (diriku/aku/daku/saya/kulo/I, semrawutya kumat lagi) adalah makhluk yang lemah, tidak ada kemampuan dan hasil tanpa kehendak dari-Nya. Tapi untuk menjadikan proses itu menjadi lebih bermakna adalah kita lakukan dengan sepenuh hati hanya untuk memohon keridhoannya (pada kenyataannya ini sangat sulit, tidak semua orang dapat melakukannya, bahkan menjamahnya dengan akal) */aku ngomong opo yo! kok ora mudeng dewe/*.
Banyak orang yang tidak menyadari dirinya hanyalah mendapat kerugian (bangkai) dari apa yang telah dilakukannya pada dirinya sendiri, tapi mereka tidak menyadari apakah tujuan mereka melakukan perbuatan (pekerjaan) itu. Mereka hanya sekedar ingin mencapai hasil yang terbaik, berbeda sekali dengan prinsipku */sok banget/* "Hasil tidaklah selalu terbaik, yang penting bagaimana proses yang kita jalani", seperti pada saat kita memakan makanan, yaitu proses dimana kita merasakan enaknya makanan tersebut, kemudian makanan tersebut diproses dalam tubuh dan hasilnya adalah energi. Jika prosesnya tidak baik, jangan mengharapkan hasilnya akan baik. contoh, seperti makanan yang kita makan tidak kita kunyah dengan baik, maka bagian lain yang harus bekerja keras untuk mengatasi kesalahan pada saat mengunyah, yaitu lambung atau ginjal (tidak tahu tepatnya, sehingga tak sebutkan 2), maka hasilnyapun tidak akan dapat maksimal, bahkan dapat membuah tubuh sakit.
*/Keluar dari topik. Aku pernah membaca buku (lupa judulnya, buku mengenai beribadah), di buku tersebut dijelaskan bahwa 'orang yang berlebihan adalah tidak baik'. Salah satunya adalah makan, orang yang terlalu berlebihan dalam makan akan menyebabkan hatinya menjadi sering marah, karena pembakaran dalam perut membuat hati menjadi panas. dari bagian buku tersebut itu juga, kalau tidak salah dari hadis sahabat Nabi "Nikmat ibadah akan lebih terasa pada diriku, apabila perutku menempel pada punggungku"./*
kembali ke topik semula. Banyak orang yang ingin mengharapkan hasil yang terbaik, tanpa memandang apa tujuan dan proses bagaimana mereka mendapatkan hasilnya tersebut. Kemudian mereka akan menjadi orang yang sombong, pembohong, dan sebagainya. Contoh, mereka mengandalkan (menindas) kemampuan orang lain untuk mencapai hasil yang diinginkan, padahal mereka telah sombong pada kemampuan mereka sendiri, dan tidak pernah mengharapkan ridho Allah.
Ya Allah lindungilah aku dari menyakiti hati orang lain dan kejahatan diriku sendiri, serta lindungilah mereka kaum muslimin mukminin yang selalu berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah. Maafkan jika ada kesalahan kata dan menyakitkan hati dan memperdaya penglihatan.
Bagi Pembaca, mohon do'a agar semua teman yang telah kelas III dan menempuh ujian di seluruh Indonesia dapat lulus dengan nilai yang baik, Amin

NB: "Apa yang telah Allah tetapkan padamu, terimalah dengan senang hati dan jalanilah. Karena yang Allah berikan kepadamu adalah yang terbaik untuk dirimu".
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment