Skip to main content

Hukum Menghapus Air Wudlu


Pernah dahulu sewaktu saya kecil dilarang oleh mbak saya, agar tidak mengelap, atau membuang air wudlu yang menempel di muka. Namun hal tersebut berkebalikan dengan kebiasaan istri saya yang selalu membersihkan muka dengan handuk setelah berwudlu, "biar bersih" katanya.

Akhirnya saya memutuskan untuk mencari-cari artikel di internet. Sebenarnya ada beberapa perbedaan pendapat, akan tetapi berhubung ini bukanlah ibadah wajib, maupun sunnah. Saya sendiri menganggapnya sebagai ibadah yang makruh.

Langsung saja, silakan membaca terlebih dahulu artikel dari http://m0slem.blogspot.com/2010/09/menghapus-air-wudhu-di-tangan-kaki-dan.html

"Hukum Menghapus Air Wudlu - Banyak pendapat yang berkomentar dan mengutarakan dalil fikih sesuai Sunnah di judul artikel "Menghapus Air Wudhu Di Tangan, Kaki Dan Muka" ini. Sebenarnya, bagaimana tuntunan Islam mengenai hal ini? Mari kita simak perjabarannya di bawah ini (sesuai tuntunan Sunnah Shahih) :

Soal :
Sesudah berwudhu, bolehkah air yang ada di anggota tubuh wudhu itu, digosok dengan kain atau sapu tangan?

Jawab :
Pertanyaan "Menghapus Air Wudhu Di Tangan, Kaki Dan Muka" ini memiliki beberapa presepsi diantara para Alim Ulama. Setidaknya ada 3 (tiga) pendapat yang menanggapi hal ini. Yang pertama, "Tidak Boleh", Kedua "Makruh" dan Ketiga "Boleh". Berikut adalah dasar dari pernyataan para alim ulama diatas.

PENDAPAT PERTAMA :

Pendapat ulama ini tidak memperbolehkan kita menghapus anggota wudhu yang sudah mengambil air wudhu. Mereka memiliki dasar dengan acuan sabda Nabi Muhammad SAW :

Hadist 1.

"..Apabila kamu berwudhu, siramlah mata-mata kamu dengan air dan janganlah kamu kebas akan tangan-tangan kamu dari pada air.." (HR Abu Haatim)

Dengan dasar Hadist diatas, jelaslah bahwa anggota tubuh kita yang basah dengan air wudhu, tidak boleh dikeringkan dengan sapu tangan, dsb.

PENDAPAT KEDUA :
Pendapat kedua ini mengatakan bahwa Menghapus Air Wudhu Di Tangan, Kaki Dan Muka adalah makruh. Mereka berdasar pada Hadist :

Hadist 2.

"..Telah berkata Maimunah : ..Aku pernah sediakan bagi Rasulullah SAW air mandinya buat mandi Janabat.. kemudian aku bawakan baginya sapu tangan, tetapi ia tolak sapu tangan itu". (HR Bukhari dan Nasaa'i)

Hadist diatas menernagkan bahwa, Rasulullah menolak untuk memakai sapu tangan pada mandi janabatnya. Pada saat mandi janabat, ada rangkaian ber-wudhu didalamnya.

Hadist 3.

"Dari Anas, bahwa Rasululllah SAW tidak pernah sapu mukanya dengan sapu tangan sesudah berwudhu dan tidak (pula) Abu Bakar, tidak Umar dan tidak Ibnu Mas'ud" (HR Ibnu Syaahien)

Hadist 4.

"Dari Zuhri, ia berkata : .. Dibenci menggunakan sapu tangan sesudah berwudhu itu, tidak lain melainkan karena wudhu itu ditimbang". (HR Tirmidzi)

Dari 2 (dua) dan hadist sebelumnya, dapat kita simpulkan bahwa Menghapus Air Wudhu Di Tangan, Kaki Dan Muka adalah tidak Dibenci alias Makruh.

PENDAPAT KETIGA :
Pendapat ketiga ini menyatakan bahwa Menghapus Air Wudhu itu Boleh dilakukan. Karena hal ini termasuk urusan dunia semata dan tidak ada pula larangannya dari Agama.

Dari analisa beberapa hadist diatas, terutama dalam ke-sahihan sanadnya dapat kita bilang :

Hadist 1. dimana diriwayatkan oleh Abu Haatim dalam kitab "Ilalu-Hadists", tidak sah datang sanadnya dari Nabi SAW. Hadist tersebut dianggap Munkar dan tertolak.

Hadist 2. dimana hadist tersebut mengatakan bahwa Nabi menolak untuk diberikan sapu tangan, itu bisa lantaran Nabi tidak perlu atau bisa jadi juga Nabi merasa cukup dengan tidak mengeringkan air wudhu pada waktu itu.

Hadist 3. dimana Hadist ini, hadist dari Anas, lemah Sanadnya. Oleh karenanya tidak dapat dijadikan alasan dalam memutuskan hal ini.

Hadist 4. dimana hadist tersebut bukanlah sebuah hadist, tapi merupakan faham Imam Zuhri, bahwa oleh karena wudhu itu nanti dihari mahsyar akan di timbang, maka tidak perlu di hapus atau dikeringkan. Pendapat ini, tidak ada aturannya dalam agama, dimana air wudhu dapat menambah berat timbangan di hari nanti.

Hadist 5.

"Dari 'Aa-isyah, ia berkata : ..Adalah bagi Rasullulah SAW satu kain perca yang ia keringkan (angota) dengannya sesudah wudhu" (HR Tirmidzi dan Haakim)

Hadist 6.

"Dari Salmaan Al-Faarisie, bahwa Rasulullah SAW pernah berwudhu lalu ia balikan jubbah bulu yang ia pakai, lalu ia sapu mukanya dengan itu" (HR Ibnu Majah dgn Sanad yang Shahih)

Kedua hadist diatas, walau ada perselisihan ulama tentang keabsahannya, ada satu keterangan yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Dawud, Nasaa'i, bahwa Nabi SAW pernah pakai kain yang dicelup dengan za'faraan atau waras untuk menyeka badannya, sesudah mandi atau sesudah berwudhu.

Demikian bahasan Menghapus Air Wudhu Di Tangan, Kaki Dan Muka. Semoga kita dapat mendapat ibrah didalamnya. Wa'alam Bi Showaf. ".



Sedikit tambahan dari saya, mungkin jika saya berpikiran saat ini, kenapa dahulu mbak saya melarang untuk membuang air wudlu yang ada di wajah, adalah karena dahulu ketika masih anak-anak sering mengusap air wudlu yang ada di wajah, kemudian menyiratkannya ke mbak saya (namanya juga anak-anak, masih nakal :D), sehingga agar saya tidak melakukannya lagi beliau memberi peringatan / ancaman tersebut. Dengan harapan saya tidak melakukannya lagi, dan ada benarnya hal tersebut, karena sampai besar sudah tidak melakukannya.

Namun alangkah baiknya juga memberikan pengarahan yang baik terhadap Anak, bahwasanya hal tersebut tidak baik, dan alangkah baiknya jika sisa wudlu tersebut diusap / dilap, agar bersih wajah kita. Tergantung masing-masing orang, terkadang kita sering merasakan buliran air yang mengalir dari jidat sampai pipi dan turun ke janggut, yang kadang merasa agak geli gimana gitu :), dan mungkin bisa membuat sholat tidak khusyuk.

Yah, masing-masing orang memiliki perbedaan pendapat. Tapi Insya ALLAH, jika itu yang terbaik untuk kita, dalam artian, kita telah berbuat bijak untuk diri kita, semoga ALLAH memberikan pahala dari hal tersebut.

Sumber : http://m0slem.blogspot.com/2010/09/menghapus-air-wudhu-di-tangan-kaki-dan.html

Comments

Popular posts from this blog

Istilah Makanan, Minuman, dll dalam MOS / OSPEK

Bagi Adik-adik yang baru masuk ke sekolah atau universitas baru. Mungkin mendapatkan tugas yang sulit dari kakak pembina pada saat MOS / OSPEK.

Nah, sebagai permulaan, dijelasin dulu ya, apa itu MOS dan OSPEK. Baru nanti kita melanjutkan ke Istilah yang ditunggu.

Masa Orientasi Siswa atau disingkat MOS atau sering disebut juga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (disingkat MPLS) merupakan sebuah kegiatan yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan siswa baru.
Masa orientasi lazim kita jumpai hampir di tiap sekolah, mulai dari tingkat SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Tak pandang itu sekolah negeri maupun swasta, semua menggunakan cara itu untuk mengenalkan almamater pada siswa barunya.
MOS dijadikan sebagai ajang untuk melatih ketahanan mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan. MOS juga sering dipakai sebagai sarana perkenalan siswa terhadap lingkungan baru di sekolah tersebut. Baik itu perkenalan dengan sesama siswa baru, kakak kelas, guru hingga karyawan lainn…

Pusar Udel Berair atau Sakit dan Berbau

Sudah lama nih saya mencari artikel tentang sakit pusar atau pusar berbau. Dulu saat awal pertama pusar sakit, rasanya tidak karuan, setelah periksa ke dokter katanya ada infeksi, akhirnya diberilah saya antibiotik, obat penghilang rasa sakit, dan satu obat alergi obat. Namun setelah rasa sakit itu hilang, sekarang kok masih tersisa bau yang dahsyat dari perut saya, kata istri saya seperti bau terasi. Baiklah, tanpa panjang lebar, silakan disimak artikel dari http://christinarwen.blogspot.com.  Pusar atau udel jarang sekali mendapat perhatian untuk dibersihkan, padahal menjaga kebersihan area pusar sama pentingnya dengan mencuci tangan atau kaki. Beberapa kondisi bahkan membuat pusar berbau busuk dan tidak sedap. Apa saja?
Pusar atau secara medis disebut umbilikus pada dasarnya merupakan bekas luka setelah kelahiran. Kebanyakan orang tidak menaruh perhatian khusus pada pusar. Tetapi ada keadaan tertentu yang mengharuskan Anda memperhatikan pusar secara penuh. Salah …

Pertanyaan Calon Mertua Sebelum Lamaran

Terima kasih kepada agan AaGuru yant telah membagi artikelnya di kaskus. Silakan disimak

Biasanya setelah anda sudah cukup lama berkenalan atau pacaran dengan doi anda, dan camer anda sudah merasa bahwa hubungan anda harus dipikirkan mau kemana nantinya, anda akan di interview sama camer anda pada suatu waktu untuk mengetahui seberapa serius anda dengan anaknya.

Sikap dan gerak tubuh yang diperlukan :

1. Sikap dan gerak tubuh anda sama halnya anda melamar kerjaan, jadi harus penuh keyakinan dan optimis
2. Saat pertama kali datang dan bertemu, sebaiknya anda memberikan salam dan cium tangan mereka, karena kita adalah orang timur yg senantiasa menjunjung budaya dan keramah tamahan serta menghormati karena kelak mereka akan menjadi orangtua kita juga
3. Posisi duduk harus tegak, ini menandakan agan penuh keyakinan
4. Jangan sering gerak2in anggota bdan, krn ini menandakan kalo agan gugup
5. Menjadilah pendengar yg baik, ketika camer berbicara tataplah dengan sebaik2nya
6. Jangan pernah …