AKU lebih menyayanginya daripada engkau

No Comments
Entah apakah cerita ini benar adanya, namun yang saya tahu adalah, cerita ini baik bagi kita semua. Apabila ada kekurangan atau kelebihan dalam cerita ini, mohon tidak ada yang merasa terganggu, namun intinya kurang lebih sama dengan cerita yang ada.Kisah salah satu nabi, yaitu nabi Ibrahim A.S., Karena ketaqwaan dan keimanannya, beliau oleh ALLAH dianugrahi dengan karomah (suatu kelebihan yang tidak diberikan kepada makhluk lain), setiap malam, ruh beliau naik ke langit untuk menemui ALLAH, dan diberi kelebihan untuk mengetahui perbuatan dan kelakuan masyarakat di suatu daerah yang beliau lihat.
Dengan karomah / mukjizat tersebut, nabi Ibrahim memiliki keinginan agar ALLAH melaknat orang di suatu daerah yang memiliki kelakuan tidak baik, kurang bermoral, jahiliyyah, dan yang berhubungan dengan kejahatan lainnya. Dan memberikan hidayah dan kemakmuran bagi masyarakat yang berkelakuan baik, dan selalu beribadah kepada ALLAH.
Lalu adakah yang salah dengan keinginan nabi Ibrahim tersebut???
Dan sesungguhnya ALLAH lah yang Maha Berkehendak, Maha Pengasih dan Penyayang terhadap seluruh makhluk-NYA. ALLAH berkata kepada nabi Ibrahim, kurang lebih sebagai berikut "Sesungguhnya AKU lebih mencintai makhlukku itu (masyarakat yang berkelakuan kurang baik) dari pada engkau". Dengan hati yang penuh dengan rasa sedih dan remuk redam seakan terbakar dari api neraka sekalipun, nabi Ibrahim mulai menyadari akan kesalahannya.
Memang ALLAH lah Yang Maha Berkehendak untuk menghukum atau memberi hidayah kepada hamba-NYA. Siapa yang menyadari bahwa kelak keturunan masyarakat yang berkelakuan kurang baik tersebut akan menjadi khalifah yang paling baik di muka bumi dan beribadah kepada ALLAH melebihi kaum yang lain.
Walaupun kita sebagai manusia yang sering beribadah sekalipun, tidak ada jaminan kita lebih baik dari mereka yang tidak beribadah sama sekali, namun perbuatan baik mereka lebih ikhlas daripada kita. Kita sebagai makhluk tidak selayaknya menghukum dan mencerca orang yang kurang baik, kita sebagai khalifah hanya bisa beramal ma'ruf nahi mungkar. Dan tidak selayaknya kita meminta ALLAH untuk menghukum hamba / makhluk lain yang kita tidak senang, dendam padanya. ALLAH lah yang berkuasa atas makhluknya.
Ada beberapa hadits yang meriwayatkan, karena peristiwa itulah nabi Ibrahim diperintah oleh ALLAH untuk menyembelih Ismail putranya, untuk mengganti kesalahannya, namun karena ALLAH Yang Maha Pengasih dan Penyayang serta Pengampun, mengganti Ismail dengan seekor domba.
Cerita di atas sudah ditambahi atau terkurangi secara tidak sengaja, namun tidak terlepas dari inti cerita yang sebenarnya. Mohon maaf jika ada salah kalimat atau cerita, diharapkan koreksinya.
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments

Post a Comment